PSG Cuma Beli Skriniar Dengan Harga Segini

PSG Cuma Beli Skriniar Dengan Harga Segini

PSG Cuma Beli Skriniar Dengan Harga Segini Raksasa Ligue 1 yakni Paris Saint-Germain, dikabarkan tidak menjadikan Milan Skriniar sebagai target utama mereka pada jendela transfer pada awal tahun ini. PSG sendiri kabarnya jauh lebih tertarik memoles posisi depan mereka.

Pemikiran terkait masa depan Milan Skriniar di Inter Milan dalam beberapa minggu terakhir menjadi salah satu topik yang hangat untuk diperbincangkan. Pasalnya sang pemain belum juga meneken akan kontrak baru walau kesepakatannya saat ini akan berakhir pada bulan Juni 2023 mendatang.

Bahkan belakangan sang agen mengatakan bahwa Skriniar sudah menolak untuk memperpanjang masa bakti. Pernyataan yang membuat bek yang berasal Slovakia tersebut semakin santer dikabarkan akan merapat ke Paris Saint-Germain.

Baca Juga: Perihal Kesempatan Balik Ke Inter, Begini Tanggapan Giovanni

Tapi seperti kabar yang dilansir dari Le Parisien, Skriniar dikabarkan bukanlah target utama PSG pada musim tersebut. Les Parisiens justru dikabarkan punya keinginan untuk memperkuat sektor penyerangan mereka pada bulan Januari. Dengan dana yang terbatas, kabarnya PSG hanya bersedia mendatangkan Skriniar dengan harga 10 sampai 15 juta euro. Bila Inter menolak, maka mereka akan menunggu sampai musim panas agar dapat mendatangkannya secara percuma.

Pada musim panas tahun kemarin, PSG juga sempat ingin mendatangkan Skriniar. Namun waktu itu tawaran sebesar 60 juta euro yang diberikan oleh PSG ditolak mentah-mentah langsung Inter Milan. Saat ini, Inter sendiri menghadapi potensi kehilangan Skriniar dengan harga yang jauh lebih murah sebab kontraknya kurang dari 6 bulan lagi, atau bahkan mereka dapat kehilangannya secara cuma-cuma di penghujung musim ini.

Roberto Sistici Katakan Skriniar Tolak Perpanjang Masa Bakti Di Milan

Roberto Sistici Katakan Skriniar Tolak Perpanjang Masa Bakti Di Milan

Roberto Sistici Katakan Skriniar Tolak Perpanjang Masa Bakti Di Milan Agen Milan Skriniar yakni Roberto Sistici, mengatakan bahwa kliennya tersebut telah menolak untuk memperpanjang masa baktinya di tim Inter Milan. Bukan hanya itu, Sistici sendiri juga mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penawaran dengan sejumlah tim termasuk Paris Saint-Germain.

Pemikiran masa depan Milan Skriniar di Inter Milan dalam beberapa minggu terakhir menjadi salah satu topik yang dapat dikatakan cukup hangat untuk diperbincangkan. Masalahnya sang pemain masih belum menunjukkan indikasi akan memperpanjang suatu masa bakti walau kontraknya saat ini akan berakhir pada bulan Juni tahun 2023 mendatang.

Belakangan, Roberto Sistici mengatakan bahwa kliennya telah memutuskan untuk menolak tawaran kontrak baru dari Inter. Bahkan Sistici tak menolak bahwa pihaknya sudah melakukan proses penawaran dengan beberapa klub di luar Italia termasuk Paris Saint-Germain. Selain itu, Sistici melayangkan pernyataan mengejutkan di mana Inter pada musim panas tahun kemarin memang telah berniat melepas Skriniar ke tim lain.

“saat ini tidak ada kemungkinan untuk melakukannya memperpanjang kontrak,” kata Sistici terhadap Telenord.

“Siapa juga yang mengenal Milan juga tahu dia menunjukkan akan sikap profesionalisme dan juga loyalitas penuh dan dia akan selalu melakukan segalanya untuk menghormati seragam klub tempat dia bermain, klub yang memberinya banyak hal dan dia memberikan yang terbaik seperti yang biasa dia lakukan.”

Baca Juga: Calhanoglu Masih Percaya Inter Milan Dapat Jadi Juara

“Kemudian ada keadaan tertentu yang di luar kendali kami yang tak membuat segalanya menjadi mudah untuk pemain, dan juga menghalangi suasana ketenangan yang tepat untuk tim melakukan yang terbaik.”

“Yang benar ialah bahwa keputusan untuk menjual Milan Skriniar dibuat oleh Inter musim panas silam. Itu bukan keinginan sang pemain.”

“Kami diberitahu perihal hal tersebut dan kemudian negosiasi gagal di mana kami juga memberikan informasi perihal hal tersebut. Sekali lagi, keputusan ini tak tergantung terhadap kami semata, tapi sejak itu sang pemain sudah menghormati kontraknya dengan menunjukkan profesionalisme.”

“Musim gugur yang lalu kami menanggapi semua permintaan pertemuan yang dibuat oleh klub dan usai serangkaian pertemuan pendahuluan kami mengajukan permintaan nilai yang kami inginkan. Kemudian pihak klub memberi kami tawaran pada bulan November 2022.”

“Sekitar sebulan kemudian, sebelum Natal, saya menyampaikan kepada Inter keputusan untuk tidak menerima tawaran mereka, keputusan yang ditegaskan kembali pada awal bulan Januari sebelum final Supercoppa.”

“Pada titik ini saya juga memberi tahu direktur Nerazzurri, Marotta dan Ausilio, yang kami beri tahu bahwa kami bebas untuk mendengarkan tawaran dari klub lain.”

“Mungkin tak terlalu penting untuk berkomunikasi, namun itu merupakan suatu cara yang pas untuk saya dan pemain mengetahui pentingnya bersikap serius dan transparan.”

 

Calhanoglu Masih Percaya Inter Milan Dapat Jadi Juara

Calhanoglu Masih Percaya Inter Milan Dapat Jadi Juara

Calhanoglu Masih Percaya Inter Milan Dapat Jadi Juara Gelandang Inter Milan yakni Hakan Calhanoglu, mengakui bahwa jarak antara Nerazzurri dengan Napoli di tabel klasemen Serie A memang cukup jauh. Cuma saja Calhanoglu masih percaya dengan kesempatan Inter untuk merengkuh Scudetto pada musim tersebut.

Inter Milan sendiri meraih hasil yang dapat dikatakan cukup mengecewakan pada giornata ke-19 Serie A. Pasalnya ketika mereka menjamu Empoli di San Siro, Selasa (24/1) dini hari WIB, Inter kalah dengan skor tipis 1-0.

Walau kalah, posisi Inter masih tetap berada di peringkat ketiga dengan koleksi sebanyak 37 poin. Tapi mereka sendiri tertinggal sebanyak 13 angka dari Napoli yang masih perkasa di puncak klasemen. Artinya, keadaan tersebut membuat Inter semakin kesulitan untuk mengejar Il Partenopei.

Hakan Calhanoglu sendiri tidak menampik bahwa jarak antara timnya dengan Napoli cukup jauh. Cuma saja bintang asal Turki tersebut mengatakan percaya Nerazzurri masih punya kesempatan untuk menjadi yang terbaik pada musim tersebut.

Baca Juga: Satu Langkah Lagi Napoli Selesaikan Transfer Gollini

“Sikap kami sama seperti di Supercoppa, namun hari ini kami melawan tim kuat yang memainkan sepakbola bagus, dan susah untuk melawan mereka,” ucap Calhanoglu terhadap DAZN.

“Pada akhirnya kami mendapat kartu merah, yang membuat kami semakin sulit untuk menang.”

“Kami kalah dan sekarang kami berjarak 13 poin dari Napoli, itu memang banyak namun kami masih yakin dengan kesempatan itu.”

“Saya minta maaf terhadap para penggemar yang sudah memberi kami motivasi besar, namun kami tak memberikan imbalan apa pun.”

Pada peluang yang sama, Calhanoglu mengomentari kartu merah yang diperoleh oleh Milan Skriniar pada pertandingan tersebut pada menit ke-40.

“Kami selalu menghormati wasit, namun dalam keadaan tersebut  anda dapat pergi dan melihat VAR untuk mengetahui detailnya,” ujarnya melanjutkan.

“Kami menerima keputusan tersebut dan tak ada perdebatan dengan itu,” pungkasnya.

Skriniar Dikatakan Ogah Melanjutkan Kariernya Di Inter Milan

Skriniar Dikatakan Ogah Melanjutkan Kariernya Di Inter Milan

Skriniar Dikatakan Ogah Melanjutkan Kariernya Di Inter Milan Menurut laporan terbaru yang beredar di Italia, Milan Skriniar dikatakan ogah  untuk melanjutkan kembali kariernya bersama Inter Milan.

Sebagaimana dapat diketahui, kontrak Milan Skriniar bersama Inter Milan akan usai di tanggal 30 bulan Juni mendatang.

Manajemen Inter pun sudah menyodorkan proposal kontrak baru terhadap bek berasal Slovakia tersebut, namun Skriniar tak kunjung memberikan tanggapan atas tawaran tersebut.

Dan selepas berminggu-minggu menanti tanggapan dari Skriniar, mantan bek Sampdoria tersebut akhirnya memberi jawaban yang tak mengenakkan untuk manajemen Nerazzurri.

Mengacu terhadap laporan terbaru yang dihimpun dari Sky Sport Italia, Skriniar dikatakan menolak untuk memperpanjang kontraknya di San Siro dan memastikan bahwa tahun tersebut ialah merupakan tahun terakhirnya bermain untuk klub.

Baca Juga: Selama Saya Ada Disini, Fokus Inter Cuma Menangkan Trofi!

Dengan penolakan tersebut, Skriniar juga praktis dapat melakukan perjanjian pra-kontrak dengan klub mana saja untuk kepindahan secara free-transfer di akhir musim nanti.

Sejauh ini sudah ada banyak klub yang antre untuk memperoleh bek yang berusia 27 tahun tersebut, mulai dari Paris Saint-Germain, Tottenham Hotspur hingga Chelsea.

Penolakan kontrak baru yang dilakukan oleh Skriniar tersebut dikatakan berkaitan dengan gaji.

Inter sendiri di tawarannya mentok mengajukan upah tahunan sebesar 7 juta Euro per musim untuk sang defender.

Sementara bila mengacu pada proposal transfer yang diajukan oleh PSG di musim panas kemarin, raksasa Ligue 1 Prancis tersebut bahkan berani menawarkan upah nyaris menyentuh dua digit untuk Skriniar.

Keadaan Kebugaran Kvaratskhelia Buat Risau Napoli

Keadaan Kebugaran Kvaratskhelia Buat Risau Napoli

Keadaan Kebugaran Kvaratskhelia Buat Risau Napoli Usai merasakan kekalahan pertamanya di musim ini, Napoli dapat kehilangan salah satu pemain bintangnya yakni Khvicha Kvaratskhelia, yang cuti dalam sesi latihan hari Kamis (5/1) kemarin.

I Partenopei sendiri akhirnya menderita kekalahan pertamanya di Serie A musim ini usai ditundukkan Inter Milan dengan skor 0-1 di Stadio San Siro, Kamis (5/1) kemarin WIB.

Kvaratskhelia bermain selama 76 menit dalam pertandingan itu, namun tak dapat berkutik menghadapi pengawalan ketat dari Matteo Darmian dan Milan Skriniar.

Pelatih Luciano Spalletti sendiri menggantinya dengan Eljif Elmas pada pertandingan tersebut. Pada awalnya, pergantian tersebut terlihatnya adalah keputusan taktikal, tapi demikian, Kvaratskhelia nampaknya mengalami masalah kebugaran sebagaimana kabar dari Italia.

Baca Juga: Massimiliano Bicara Perihal Aktivitas Juventus Di Bursa Transfer

Menurut klaim dari Calciomercato, sang penyerang timnas Georgia tersebut meninggalkan lapangan dengan keadaan kebugaran yang buruk selepas mendapatkan terkaman dari para pemain lawan di sepanjang malam.

Khvicha Kvaratskhelia cuti pada sesi latihan keesokan harinya dan kini menimbulkan pertanyaan seputar ketersediaan sang pemain yang berusia 21 tahun dalam pertandingan berikutnya yang dimainkan Napoli di Serie A.

Mereka akan melawat ke markas Sampdoria untuk pertandingan berikutnya, yang akan dimainkan Senin (9/1) mendatang nanti WIB.

Sangatlah penting bagi Partenopei untuk kembali ke jalur kemenangan lantaran kekalahan dari Inter Milan membuat keunggulan mereka di puncak klasemen terpangkas menjadi lima poin dari AC Milan yang duduk di peringkat kedua dan tujuh poin dari Juventus yang ada di urutan ketiga.

Celakanya, pertandingan berikutnya usai Sampdoria ialah kontra salah satu lawan di papan atas, yakni Juventus, yang akan dimainkan di Stadio Diego Armando Maradona, Sabtu (14/1) dini hari WIB. Oleh karena itu, kemenangan kontra Sampdoria menjadi semakin penting.

Nanti Menyesal!, Jangan Tinggalkan Inter Milan

Nanti Menyesal!, Jangan Tinggalkan Inter Milan Rumor yang pernah berhembus kuat bahwa Milan Skriniar akan pergi meinggalkan Inter Milan mulai diredam secara perlahan. Javier Zanetti menjadi salah satu yang menyarankan Skriniar supaya tinggal lebih lama, agar sang pemain tak menyesal.

Skriniar kini memiliki kesempatan untuk mencari tim baru antara pertengahan musim atau akhir musim. karena, di kontraknya tertulis akan berakhir pada bulan Juni 2023 mendatang.

Inter sendiri awalnya memang ingin menjual Skriniar segera. Nerazzuri yang pernah dilanda dengan masalah keuangan perlu dana segar dari penjualan Skriniar. Kebetulan pula, Inter tidak dapat menawarkan apa-apa untuk memperbaharui kontraknya.

Tapi kondisinya sekarang berbeda. Masalah keuangan dikatakan  telah teratasi seiring dengan keberhasilan Inter menjejak ke babak 16 besar Liga Champions. Jadi saat ini Inter tengah hitung-hitung kontrak baru Skriniar.

Baca Juga: Zakaria Ngomong Pengalamannya di Chelsea, Gak sanggup!

Disarankan Untuk Bertahan

Inter sudah memulai langkah pertama dalam penawaran dengan Skriniar. Sejumlah kabar mengatakan bahwa gaji yang ditawarkan Inter masih jauh yang diharapkan oleh Skriniar.

Di tengah penawaran yang masih berlangsung, Zanetti menyarankan sang pemain untuk tetap bertahan lebih lama. Ia menjelaskan bahwa bertahan di Inter sepanjang hidupnya bukanlah suatu pilihan yang salah.

“Saya bergharap ia tetap bertahan dengan tim ini untuk waktu yang lama. Sewaktu dulu saya tiba di Milan, Inter merupakan pilihan terbaik bagi saya. Saya menghabiskan seluruh karier saya di sini,” katanya.

Menyesal Nanti

Zanetti sendiri selama aktif menjadi pemain yang menghabiskan kariernya selama 19 tahun di Inter. Selama periode yang panjang itu, pemain asal Argentina tersebut terlampau sering mengatakan selamat tinggal terhadap rekannya yang berpindah tim.

Dari cerita rekan-rekannya yang meninggalkan Inter demi klub lain, Zanetti kerap mendengar keluhan bahwa mereka menyesal. Hal yang sama diperingatkan Zanetti kepada Skriniar.

“Ada cukup banyak rekan setim saya, selama saya berkarier, memutuskan untuk berpindah tim. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka mengaku terhadap saya bahwa meninggalkan Inter merupakan suatu kesalahan terbesar,” ujar dia.

Penyesalan Galliani Bicara Soal Milan

ligabolaitalia Penyesalan Galliani Bicara Soal Milan

ligabolaitalia.com – Andriano Galliani angkat kaki begitu Silvio Berlusconi memustukan menjual Milan ke pengusaha asal China, Yonghong Li. Ia sedang menikmati kiprahnya di salah satu klub Serie C, Monza.

Galliani memulai kiprahnya bersama AC Milan sejak tahun 1986. Hingga hengkang pada tahun 2017 lalu, ia bertanggung jawab dalam mendatangkan beberapa pemain penting. Salah satunya adalah legenda asal Brasil, Kaka.

Adriano Galliani berbicara banyak soal klub yang pernah ia pimpin, yakni AC Milan. Mulai dari kehadiran dua penggawa muda, Krzysztof Piatek dan Lucas Paqueta, hingga penyesalan karena gagal membawa Carlos Tevez ke San Siro.

“Saya sibuk di bulan Januari, mendatangkan 16 pemain baru dan menjual 14 orang. Saya lahir dan dibesarkan di Monza, pergi melihat tim ini saat masih kecil, jadi saya selalu menjadi penggemarnya,” tutur Galliani kepada Radio Deejay.

Baca juga

Saat ini, Leonardo bertanggung jawab dalam mendatangkan pemain ke AC Milan. Di tangannya, ia berhasil menghadirkan beberapa sosok penting seperti Lucas Paqueta dan juga bomber berbahaya Polandia, Krzysztof Piatek.

“Milan telah memperkuat dirinya lebih baik dari tim manapun di Eropa selama bursa transfer Januari, di mana Leonardo mengubah wajah Milan dengan Krzysztof Piatek dan Lucas Paqueta,” lanjutnya.

“Saya sering berbicara dengan Leonardo, sebab kami berteman, tapi saya yakin dia tak butuh saran saya di bursa transfer,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Galliani berbicara soal salah satu penyesalannya saat masih menangani Milan dulu. Itu adalah kegagalannya memboyong Carlos Tevez dari Manchester City. Pemain asal Argentina itu lalu memilih pindah ke klub rival, Juventus.

“Carlitos Tevez adalah sebuah penyesalan, karena kami sudah begitu dekat,” tandasnya.

Penyesalan itu semakin terasa pahit dengan permainan gemilang Tevez saat berada di Juventus. Sebelum angkat kaki dari Turin di tahun 2015, ia sempat mencatatkan total 95 penampilan di semua kompetisi serta mencetak 50 gol.

Di Era Gattuso Milan Paling Ofensif

Di Era Gattuso Milan Paling Ofensif

ligabolaitalia.com – Karier manajerial Gattuso dimulai sebagai pemain-menajer klub terakhirnya, Gattuso juga terkenal karena sifat kompetitif dan kualitas kepemimpinannya sepanjang karirnya.

AC Milan menang 3-0 saat menjamu Cagliari di San Siro pada giornata 23 Serie A 2018/19, Senin (11/2). Dalam laga ini, Milan menampilkan permainan menyerang yang sangat istimewa.

Milan mengalahkan Cagliari 3-0 lewat bunuh diri Luca Cepitelli menit 13, serta gol-gol Lucas Paqueta menit 22 dan Krzysztof Piatek menit 62.

Baca juga

Anak-anak asuh Gennaro Gattuso mencatatkan total 19 tembakan. Dari 19 tembakan itu, 11 di antaranya tepat sasaran.

Selama dilatih Gattuso, ini merupakan pertama kalinya Milan mencatatkan shots on target hingga 11 dalam satu pertandingan. Bisa dibilang, ini adalah Milan paling ofensif di era kepelatihannya.

Milan mencatatkan 11 shots on target ketika melawan Cagliari. Ini adalah rekor shots on target terbanyak dalam satu laga yang dibukukan Milan besutan Gattuso di semua kompetisi (65 pertandingan).

Ketika Milan melepaskan 11 tembakan tepat sasaran dan mendapatkan tiga gol, Cagliari hanya punya dua tembakan tepat sasaran dan keduanya dimentahkan oleh Gianluigi Donnarumma.
Pemain Milan yang paling banyak menembak tepat sasaran di laga ini adalah Hakan Calhanoglu, yakni empat kali. Piatek berada di urutan kedua dengan tiga tembakan tepat sasaran.

Shots on target terbanyak vs Cagliari:

4 – Hakan Calhanoglu

3 – Krzysztof Piatek

1 – Franck Kessie

1 – Suso

1 – Lucas Paqueta

1 – Fabio Borini.

Calhanoglu tidak menyumbang gol maupun assist dalam laga ini. Sementara itu, Piatek dan Paqueta menyarangkan masing-masing satu gol untuk Rossoneri.