Daftar Pemain yang Didatangkan AC Milan

fikayo

Daftar Pemain yang Didatangkan AC Milan – Pada musim ini, AC Milan resmi mendapatkan 11 pemain baru dengan membelanjakan uang lebih dari 72 juta euro di bursa transfer. Milan dapat menutup musim lalu dengan posisi runner up. Berikut ini adalah daftar pemain Milan yang di borong dari Chelsea

 

Jimmy Greaves

Jimmy Greaves bermain untuk Chelsea selama empat musim pada 1957-1961. Penyerang Inggris ini mencetak 124 gol dari 157 untuk The Blues.

AC Milan kemudian memboyong Greaves pada awal musim 1961/1962. Sayangnya, karier Greaves setelah datang ke San Siro tidak berjalan mulus.

Akibat konflik dengan pelatih Nereo Rocco, dia hanya tampil dalam 13 1aga dengan koleksi 9 gol. Meski torehan golnya cukup apik, Greaves akhirnya kembali ke Inggris dengan bergabung Tottenham pada Desember 1961.

 

Samuele Dalla Bona
Samuele Dalla Bona mengawali karier sepak bola profesionalnya di Inggris bersama Chelsea. Dia bermain di Stamford Bridge selama tiga tahun.

Pada tahun 2002, Dalla Bona memutuskan untuk menerima pinangan Rossoneri. Akan tetapi saat itu dia kesulitan untuk menembus tim inti Milan.

Dalla Bona kemudian lebih sering dipinjamkan ke sesama tim Serie A seperti Bologna, Lecce dan Sampdoria. Dia meninggalkan San Siro pada tahun 2006 dengan bergabung Napoli.

 

Hernan Crespo

Hernan Crespo kurang begitu sukses saat bermain di Chelsea. Posisinya sebagai striker selalu berada di bawah bayang-bayang Didier Drogba.

Chelsea kemudian meminjamkan Crespo ke AC Mlan pada tahun 2004. Bomber Argentina itu menemukan ketajamannya lagi saat bermain di bawah asuhan Carlo Ancelotti.

Crespo hampir membantu Milan meraih Liga Champons setelah kalah dari Liverpool di final. Setelah semusim bermain di Milan, Crespo kembali ke Chelsea dan melanjutkan kariernya di Inter Milan.

 

Andriy Shevchenko
Andriy Shevchenko sempat membuat fans AC Milan sedih ketika hengkang ke Chelsea pada musim panas 2006. Saat itu dia berstatus sebagai pemain idola di San Siro.

Namun, karier Shevchenko di Stamford Bridge tidak begitu sukses. Striker asal Ukraina tersebut gagal menunjukkan ketajamannya seperti saat bermain bersama Rossoneri.

Setelah dua musim di Chelsea, Milan memulangkan Shevchenko dengan status pinjaman pada musim panas 2008. Sayang, kembali ke Italia tak membantu meningkatkan performanya.

Baca Juga :Daftar Pemain Pinjaman AC Milan

 

Michael Essien
Michael Essien meraih kesuksesan besar saat bermain bersama Chelsea. Gelandang asal Ghana tersebut mampu mempersembahkan tujuh trofi, termasuk gelar Premier League serta satu trofi Liga Champions.

Setelah tidak masuk dalam rencana Chelsea, Essien akhirnya dilepas ke AC Milan. Dia dikontrak Rossoneri selama 1,5 tahun pada 27 Januari 2014.

Namun, karier Essien di San Siro tidak terlalu istimewa. Selama 18 bulan di Italia, Essien hanya tampil 22 kali di semua ajang dan tak sekali pun mencetak gol.

 

Fernando Torres
Meski singkat, Fernando Torres pernah menjadi bagian dari AC Milan. Dia bermain bersama Rossoneri di bawah arahan pelatih Filippo Inzaghi.

Kepindahan Torres ke San Siro terjadi pada musim 2014/2015. Ketika itu Torres datang ke Italia dengan status pinjaman selama dua tahun.

Namun, penampilan Torres bersama Milan sangat jauh dari kata memuaskan. Dia hanya mencetak satu gol dari 10 pertandingan sebelum kembali ke Atletico Madrid.

 

Marco van Ginkel
AC Milam meminjam Marco van Ginkel dari Chelsea pada musim 2014/2015. Gelandang asal Belanda itu meninggalkan Stamford Bridge karena ingin mendapatkan kesempatan bermain.

Namun, Van Ginkel kerap dilanda cedera selama berada di San Siro. Alhasil, mantan pemain Stoke City itu hanya mencatatkan 18 pertandingan di semua kompetisi bagi Milan.

Kondisi Van Ginkel yang rentan cedera membuat Milan tak mau mempermanenkannya. Padahal mereka punya opsi untuk membelinya di akhir musim.

 

Mario Pasalic
AC Milan mendatangkan Mario Pasalic dengan status pinjaman dari Chelsea pada musim panas 2016. Pemain asal Kroasia tersebut mampu beradaptasi dengan baik di Italia

Pasalic menjelma menjadi andalan lini tengah Rossoneri. Mantan gelandang Hajduk Split tersebut mencatatkan 27 penampilan dengan torehan lima gol serta satu assist.

Meski tampil gemilang, karier Pasalic bersama Milan cuma berlangsung satu musim. Rossoneri tidak mempermanenkan statusnya sehingga sang pemain harus kembali ke Stamford Bridge pada akhir musim.

 

Fikayo Tomori
Fikayo Tomori bergabung dengan AC Milan dari Chelsea pada bursa transfer Januari 2021. Bek berkebangsaan Inggris itu didatangkan dengan status pinjaman.

Milan sangat terkesan dengan performa Tomori pada musim lalu. Rossoneri kemudian memutuskan untuk mempermanenkan status Tomori pada musim panas ini.

Tomori ditebus Milan dengan biaya yang mencapai 29,2 juta euro. Pemain berusia 23 tahun tersebut dikontrak Rossoneri sampai tahun 2025 mendatang.

 

Olivier Giroud
Olivier Giroud datang ke AC Milan pada bursa transfer musim panas ini. Bomber asal Prancis itu dibeli dari Chelsea cuma seharga 1 juta euro.

Giroud datang ke San Siro pada usia 34 tahun. Namun, Rossoneri tidak ragu menaruhkan kepercayaan penuh kepada sang pemain untuk jadi ujung tombak.

Mantan pemain Arsenal tersebut sudah tampil cukup baik untuk Milan. Dia mengemas dua gol dari dua laga di Serie A sejauh ini.

Tiemoue Bakayoko
Tiemoue Bakayoko menjadi pemain teranyar yang berhasil diboyong AC Milan dari Chelsea. Gelandang asal Prancis tersebut didatangkan dengan status pinjaman.

Ini adalah kedua kalinya Bakayoko berseragam Milan. Pemain berusia 27 tahun tersebut sebelumnya pernah memperkuat Rossoneri pada musim 2018/2019.

Pochettino Digoda AC Milan dengan Dana Rp 5,5 Triliun

Pochettino Digoda AC Milan dengan Dana Rp 5,5 Triliun

ligabolaitalia.com – Pochettino Digoda AC Milan dengan Dana Rp 5,5 Triliun, AC Milan dikabarkan tidak main-main terkait ketertarikan dengan Mauricio Pochettino untuk jadi pelatih baru musim depan. Bahkan, Milan menjanjikan dana transfer dalam jumlah besar jika dia bersedia bergabung.

Milan dikabarkan mulai tidak puas dengan kinerja Gennaro Gattuso sebagai pelatih tim utama. Gattuso dinilai tidak mampu memberikan perkembangan yang signifikan di skuat Milan.

Rossoneri kini sedang berjuang untuk posisi empat besar klasemen Serie A agar bisa lolos ke Liga Champions musim depan. Jika target ini gagal, maka bukan tidak mungkin pelatih berusia 41 tahun akan kehilangan jabatannya.

Baca juga : Lawan Lazio Adalah Final ke Liga Champions

Janjikan Rp 5,5 Triliun
Pochettino terbilang sukses bersama tim yang dilatihnya, meskipun belum memberi gelar juara. Pria asal Argentina mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh tim. Selain itu, dia juga punya keahlian mengorbitkan pemain jadi bintang.

Pada era kepelatihannya, Tottenham mampu jadi penghuni papan atas klasemen Premier League. The Lily White juga mampu bersaing di Liga Champions. Capaian ini yang membuat banyak klub ingin memakai jasanya.

Dikutip dari The Mirror, AC Milan menjadi salah satu klub yang tertarik pada keahlian Pochettino meracik taktik. Milan pun siap memberikan tawaran yang menggiurkan, termasuk dana transfer untuk membangun tim.

Jika bersedia bergabung ke Milan, maka Pochettino akan mendapatkan dana transfer senilai 300 juta pounds. Dana dengan nilai konversi Rp 5,5 triliun tersebut bisa dipakai oleh Pochettino untuk membeli pemain baru di bursa transfer musim panas.

Tebusan Mahal
Pochettino masih punya kontrak dengan Tottenham hingga tahun 2023 yang akan datang. Artinya, jika memang Milan ingin mendatangkan manajer berusia 56 tahun, maka mereka harus menebus nilai dalam kontraknya.

Milan harus membayar 40 juta euro untuk bisa menebus kontrak Pochettino bersama Tottenham. Dana tersebut akan makin membengkak lagi. Sebab, dana itu belum termasuk yang akan dikeluarkan untuk mengontrak Pochettino.

Sementara itu, Pochettino diyakini masih cukup betah berada di London Utara. Eks pelatih Espanyol tersebut kini sedang memimpin proyek penting dari klub, yang baru saja membangun stadion baru dengan kapasitas 62.000 penonton.

Lawan Lazio Adalah Final ke Liga Champions

Lawan Lazio Adalah Final ke Liga Champions

ligabolaitalia.com – Lawan Lazio Adalah Final ke Liga Champions, Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, tidak ingin timnya kembali meraih hasil buruk di laga melawan Lazio. Bahkan, menurut Gattuso, laga tersebut akan menjadi laga final untuk berebut jatah lolos ke Liga Champions.

Milan akan berjumpa Lazio pada pekan ke-32 Serie A, Minggu (14/4/2019) di San Siro. Jelang laga ini, Milan tidak sedang berada dalam kondisi terbaiknya. Sudah empat laga dilalui Milan tanpa memetik kemenangan.

Posisi Milan di klasemen sementara Serie A pun mulai goyah. Jika semula Rossoneri aman di posisi empat besar, maka posisi itu kini menjadi rawan. Ada Atalanta yang bersiap menggusur jika Milan meraih hasil buruk lagi.

Baca juga : Luciano Acosta Tersanjung Diminati Manchester United

Ibarat Laga Final
Saat ini AC Milan masih berada di posisi empat besar klasemen Serie A, hingga pekan ke-31. Alessio Romagnoli dan kolega mengumpulkan 52 poin. Jumlah poin tersebut sama dengan yang diraih oleh Atalanta. Jadi, posisi Milan cukup rawan tergusur.

Karena alasan tersebut Gattuso tidak ingin Milan kembali kalah saat berjumpa Lazio. “Melawan Lazio itu akan menjadi laga final. Jika kami ingin lolos ke Liga Champions, kami tidak boleh kalah,” ucap Gattuso dikutip dari Football Italia.

“Kami membutuhkan poin maksimal,” sambung pelatih berusia 41 tahun tersebut.

Sama seperti Milan, Lazio juga tidak sedang dalam performa terbaiknya. Dalam dua laga terakhir, Lazio hanya mendapat satu poin saja. Namun, performa Milan yang hanya mendapat satu poin dari empat laga tentu lebih mengkhawatirkan.

“Terlalu banyak kesalahan terjadi, tapi kami harus fokus pada permainan kami sendiri. Kami terkadang dihukum karena kesalahan kami sendiri. Tapi, kami tidak bisa jadikan itu alasan, baik itu saya atau pemain saya,” tandasnya.

Bertumpu Pada Krzysztof Piatek
Dalam situasi yang sulit, Gattuso tentu saja berharap agar pemainnya mampu tampil apik dan memberikan kemenangan pada tim. Dan, harapan itu dibebankan pada sosok Krzysztof Piatek. Gattuso ingin Piatek mencetak gol lagi ke gawang Lazio.

“Bukan berarti bahwa yang lain tidak berjalan dengan baik. Krzysztof Piatek baik-baik saja. Saya harap dia bisa menyelesaikan musim ini dengan gelar pencetak gol terbanyak,” ucap Gattuso.

“Tetapi, agar itu bisa terwujud, seluruh tim ini harus berlari. Kami membutuhkan semua orang, termasuk para pemain bertahan dan gelandang,” tandas mantan penggawa timnas Italia tersebut.

Luciano Acosta Tersanjung Diminati Manchester United

Luciano Acosta Tersanjung Diminati Manchester United

ligabolaitalia.com – Luciano Acosta Tersanjung Diminati Manchester United, Gelandang Serang DC United, Luciano Acosta angkat bicara terkait rumor ketertarikan Manchester United terhadap dirinya. Sang gelandang mengaku tersanjung dirinya diminati oleh tim sebesar Manchester United.

Manchester United memang tengah dirumorkan mencari gelandang serang baru. Mereka mencari pengganti Juan Mata yang dikabarkan tidak memperpanjang kontraknya di MU dan akan hengkang di musim panas nanti.

Baca juga : Masa Depan Icardi? Ini Jawaban Bos Inter Milan

Salah satu nama yang dirumorkan diincar oleh MU adalah Acosta. Pemain yang tengah tampil impresif di lini serang DC United itu dinilai bisa menjadi pengganti yang sepadan untuk Mata, di mana pemandu bakat United dikabarkan memantau langsung aksi sang pemain bersama DC United dalam beberapa minggu terakhir.

Menanggapi rumor tersebut, Acosta mengaku tersanjung mendengar kabar ketertarikan MU tersebut. “Saya tentu sangat senang jika [pemandu bakat] United berada di sini,” buka Acosta kepada The Mirror

Berikan Yang Terbaik
Acosta sendiri mengaku tidak mengetahui jika ada pemandu bakat Manchester United yang tengah mengamati aksinya dalam beberapa pekan terakhir.

Namun ia berjanji akan memberikan permainan terbaiknya untuk membuktikan bahwa ia layak untuk memperkuat klub-klub raksasa Eropa seperti Manchester United.

“United datang ke sini untuk melihat saya bermain. Tentu saja saya akan mencoba untuk menampilkan kemampuan terbaik saya.”

Kontrak Hampir Habis
Peluang Manchester United untuk mendatangkan Acosta cukup besar. Pasalnya kontrak sang pemain akan berakhir di bulan Desember 2019 mendatang.

MU sendiri dikabarkan tidak perlu mengeluarkan uang yang cukup besar untuk mendatangkan sang gelandang. Mereka hanya perlu membayar 4,5 juta Euro untuk sang pemain.

Acosta sejauh ini sudah membuat 1 gol dan 1 assist dari 5 pertandingan DC United di MLS musim ini.

Masa Depan Icardi? Ini Jawaban Bos Inter Milan

Masa Depan Icardi Ini Jawaban Bos Inter Milan

ligabolaitalia.com – Masa Depan Icardi? Ini Jawaban Bos Inter Milan, Bos Inter Milan, Giuseppe Marotta belum mau membicarakan rumor yang beredar soal masa depan Mauro Icardi. Dia hanya ingin menegaskan bahwa tidak ada satu pun pemain yang lebih besar dari klub.

Masalah Icardi ini sudah membikin kondisi skuat Inter tidak kondusif dalam beberapa pekan terakhir. Icardi sempat mogok bermain pasca ban kaptennya dicopot, dan pada saat itu Inter sering menelan kekalahan.

Baca juga : Jawaban Bos Inter Milan Soal Masa Depan Icardi?

Icardi akhirnya kembali bermain pada laga kontra Genoa pekan lalu. Dia mencetak satu gol yang membantu Inter meraih kemenangan telak 4-0. Saat itu, tampaknya tidak ada yang berubah dalam diri Icardi dan Inter.

Masa Depan Icardi
Konflik Icardi dengan pihak klub ini menimbulkan rumor bahwa dia bakal segera dilepas Inter. Kabarnya, beberapa klub sudah berusaha mendekati Icardi, seperti Real Madrid dan klub-klub Premier League.

Meski demikian, Marotta tidak mau membahas hal itu. Dia menegaskan saat ini Icardi masih pemain Inter dan sebab itu Icardi harus memberikan permainan terbaiknya. Akan ada waktunya bicara soal masa depan, kesalahan Icardi masih bisa dimaafkan.

“Dia [Icardi] adalah pemain Inter dan dia harus bermain sebaik mungkin, jadi marilah bicara soal saat ini. Akan ada waktunya mempertimbangkan masa depan,” kata Marotta di tribalfootball.

“Dia masih 26 tahun, jadi dia masih harus berkembang. Saya tahu saya sudah pernah membuat banyak kesalahan dalam karier saya yang tidak akan saya ingat lagi, sebab dengan itu sekarang saya punya pengalaman, jadi pemain juga sama.”

Mendukung Pemain
Ucapan Marotta ini tampaknya sesuai dengan isi hati fans Inter. Saat pemanasan jelang laga kontra Atalanta (0-0) akhir pekan lalu, Icardi tetap disambut dukungan yang sama oleh fans. Tidak ada perbedaan apa pun meski dia sempat membangkang.

“Saya tidak mengharapkan perbedaan apa pun dari fans, sebab orang-orang tahu klub yang paling utama, warna Nerazzurri, dan kami harus bersatu melakukan yang terbaik untuk Inter,” tandasnya.

Di sisi lain, masalah Icardi ini bisa membuat harga jualnya turun. Klub-klub yang tertarik juga bisa mundur jika Icardi tidak mau berubah.

Jawaban Bos Inter Milan Soal Masa Depan Icardi?

Jawaban Bos Inter Milan Soal Masa Depan Icardi

ligabolaitalia.com – Jawaban Bos Inter Milan Soal Masa Depan Icardi?, Bos Inter Milan, Giuseppe Marotta belum mau membicarakan rumor yang beredar soal masa depan Mauro Icardi. Dia hanya ingin menegaskan bahwa tidak ada satu pun pemain yang lebih besar dari klub.

Masalah Icardi ini sudah membikin kondisi skuat Inter tidak kondusif dalam beberapa pekan terakhir. Icardi sempat mogok bermain pasca ban kaptennya dicopot, dan pada saat itu Inter sering menelan kekalahan.

Baca juga : Pochettino Digoda AC Milan dengan Dana Rp 5,5 Triliun

Icardi akhirnya kembali bermain pada laga kontra Genoa pekan lalu. Dia mencetak satu gol yang membantu Inter meraih kemenangan telak 4-0. Saat itu, tampaknya tidak ada yang berubah dalam diri Icardi dan Inter.

Masa Depan Icardi
Konflik Icardi dengan pihak klub ini menimbulkan rumor bahwa dia bakal segera dilepas Inter. Kabarnya, beberapa klub sudah berusaha mendekati Icardi, seperti Real Madrid dan klub-klub Premier League.

Meski demikian, Marotta tidak mau membahas hal itu. Dia menegaskan saat ini Icardi masih pemain Inter dan sebab itu Icardi harus memberikan permainan terbaiknya. Akan ada waktunya bicara soal masa depan, kesalahan Icardi masih bisa dimaafkan.

“Dia [Icardi] adalah pemain Inter dan dia harus bermain sebaik mungkin, jadi marilah bicara soal saat ini. Akan ada waktunya mempertimbangkan masa depan,” kata Marotta di tribalfootball.

“Dia masih 26 tahun, jadi dia masih harus berkembang. Saya tahu saya sudah pernah membuat banyak kesalahan dalam karier saya yang tidak akan saya ingat lagi, sebab dengan itu sekarang saya punya pengalaman, jadi pemain juga sama.”

Mendukung Pemain
Ucapan Marotta ini tampaknya sesuai dengan isi hati fans Inter. Saat pemanasan jelang laga kontra Atalanta (0-0) akhir pekan lalu, Icardi tetap disambut dukungan yang sama oleh fans. Tidak ada perbedaan apa pun meski dia sempat membangkang.

“Saya tidak mengharapkan perbedaan apa pun dari fans, sebab orang-orang tahu klub yang paling utama, warna Nerazzurri, dan kami harus bersatu melakukan yang terbaik untuk Inter,” tandasnya.

Di sisi lain, masalah Icardi ini bisa membuat harga jualnya turun. Klub-klub yang tertarik juga bisa mundur jika Icardi tidak mau berubah.

Gattuso Kecewa dengan Performa Milan di Babak Pertama

Gattuso Kecewa dengan Performa Milan di Babak Pertama

ligabolaitalia.com – Kemenangan AC Milan atas Empoli di lanjutkan di Liga Italia, tapi performa di babak pertama sempat mengecewakan Gattuso.

Dalam pertandingan di San Siro, Sabtu (23/2/2019) dinihari WIB, Milan menang dengan skor akhir 3-0. Dalam laga itu, Krzysztof Piatek, Franck Kessie, dan Samu Castillejo menjadi penentu kemenangan.

Baca juga : Krzysztof Piatek Dinilai Belum Maksimal

Semua gol itu tercipta pada babak kedua. Milan minim tekanan pada babak pertama dengan hanya melepaskan 4 percobaan, cuma satu yang mencapai sasaran dalam data yang dilansir oleh ESPN FC.

Secara keseluruhan, Milan melepaskan sebanyak 11 tembakan, ada tujuh yang mencapai bidang dalam 90 menit pertandingan. Oleh karena itu, pantas kalau Gattusso tak puas dengan performa babak pertama I Diavolo Rosso.

“Saya tak suka performa di babak pertama, karena kami hanya memutar-mutar bola tanpa dampak, kami cuma menggelitik buat Empili alih-alih menyakiti mereka. Saya sangat marah karena kami nyaris dihukum saat serangan balik dengan kedua fullback meninggalkan posisi dan itu seharusnya tak terjadi,” kata Gattuso di Football Italia.

“Kami melakukan pergerakan yang jauh lebih baik pasca jeda dan semua hal membaik.”

“Kami harus bisa mendapatkan dukungan para suporter dan cara meraihnya dengan berjuang memenangi semua perebutan bol. Masih ada 13 laga lagi, kami harus menjalaninya satu-satu,” dia menambahkan.

Krzysztof Piatek Dinilai Belum Maksimal

Krzysztof Piatek Dinilai Belum Maksimal

ligabolaitalia.com – Pemain Ac Milan Krzysztof Piatek menunjukan penampilan yang bagus, meski demikian, dia dianggap masih bisa lebih baik lagi.

Piatek menjadi sensasi di Liga Italia musim ini. Genoa klub pertama yang memboyongnya dari klub Polandia, Cracovia. Dalam 19 pertandingan bersama Il Grifone, penyerang 23 tahun itu membukukan 13 gol.

Ketajaman Piatek itu yang membuat Milan rela melepas Gonzalo Higuain ke Chelsea. Keputusan tim asal kota mode itu membuahkan hasil manis. Piatek membukukan tujuh gol dalam enam pertandingan pertama dengan seragam Merah-Hitam.

Eks pemain timnas Polandia, Zbigniew Boniek, menilai bahwa Piatek memang mempunyai kemampuan yang bagus saat berada di kotak penalti lawan.

Baca juga : Liga Italia: Inter Ditahan Fiorentina 3-3

“Dia pandai, luar biasa. Dia mempunyai kualitas sangat tinggi, teknik, intelejensia taktikal. Dia sangat bagus dengan kepala dan kakinya, dia sangat bagus di area penalti tapi masih bisa jauh lebih baik lagi,” kata Boniek di Calciomercarto.

“Dia sudah bermain di Italia beberapa waktu dan menghadapi iklim yang berbeda, kehidupan yang berbeda. Saya melihat dia lebih berkonsentrasi, saya senang untuk dirinya dan pemain kami,” dia menambahkan

Liga Italia: Inter Ditahan Fiorentina 3-3

Liga Italia Inter Ditahan Fiorentina 3-3

ligabolaitalia.com – Inter Milan yang sempat unggul dua gol di pertandingan menghadapi Fiorentina di pekan-25 Liga Italia. keduanya di tahan 3-3.

Dimenit pertama gawang Inter Milan sudah kebobolan Fiorentina langsung memimpin 1-0.

Serangan pertama Fiorentina langsung berbuah gol. Berawal dari umpan tarik di sisi kanan, bola bisa disontek Giovanni Simeone. Stefan De Vrij yang mengawalnya, gagal menghalaunya sehingga bola membentur kakinya dan masuk ke gawang Samir Handanovic.

Gol itu tak mengendurkan semangat Inter. Di menit keenam, Inter langsung membalas lewat aksi Matias Vecino. Umpan Radja Nainggolan ke kotak penalti bisa diselesaikan dengan baik oleh Vecino, dan mengubah skor menjadi 1-1.

Skor yang kembali imbang membuat laga berjalan ketat. Di menit ke-29, Fiorentina sempat menebar ancaman lewat Gerson, namun sepakannya masih melebar dari gawang Inter.

Pada menit ke-36, percobaan gantian dilakukan Inter. Kali ini lewat sepakan on target Marcelo Brozovic, namun upayanya cuma menghasilkan tendangan penjuru.

Pada menit ke-40, Inter akhirnya berbalik unggul. Lewat sebuah serangan, sepakan kaki kiri Matteo Politano dari luar kotak penalti mengirim bola bersarang ke pojok kanan gawang Fiorentina. Inter memimpin 2-1 saat jeda.

Di babak kedua, Inter mampu menjauhkan keunggulan pada menit ke-52. Edimilson Fernandes terbukti handball di kotak penalti setelah dicek lewat VAR. Ivan Perisic yang menjadi eksekutor, tak membuang kesempatan itu untuk mengubah skor menjadi 3-1. Sepakannya ke pojok kanan bawah tak mampu dibendung Lafont.

Kian tertinggal membuat Fiorentina meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-66, Gerson kembali mengancam, namun sepakannya belum menemui sasaran.

Upaya Fiorentina membuahkan hasil di menit ke-73. Sebuah tendangan bebas dilepaskan Luis Muriel dari luar kotak penalti, dan membuat bola mengarah ke pojok kanan atas gawang Inter tanpa bisa dijangkau Handanovic. Gol. Fiorentina memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.

Tuan rumah kian bersemangat. Tekanannya akhirnya memaksa Inter membuat kesalahan. Saat laga diberi perpanjangan waktu 7 menit, drama terjadi.

Baca juga : Liga Italia: Napoli Vs Parma 4-0

Bek Inter, Danilo D’Ambrosio dianggap melakukan handball. Setelah dicek lewat VAR, bola sedianya terlihat mengenai dada D’Ambrosio, namun wasit Rosario Abisso, tetap pada keputusannya menganggap handball.

Jordan Veretout pun menjadi eksekutor penaltinya, dan sukses menaklukkan Handanovic di menit ke-101. Skor 3-3 mengakhiri pertandingan, Inter ditahan imbang Fiorentina.

Tambahan satu poin membuat Inter masih berada di peringkat tiga dengan 47 poin dari 25 laga, terpaut 22 angka dari Juventus. Sementara Fiorentina masih di peringkat sembilan dengan 36 poin.

Susunan Pemain

Fiorentina: Lafont, Laurini (Dabo 79′), Ceccherini, Hugo, Biraghi, Benassi (Pjaca 58′), Edimilson, Veretout, Chiesa, Gerson, Simeone (Muriel 58′)

Inter Milan: Handanovic, Dalbert (Asamoah 62′), Skriniar, De Vrij, D’Ambrosio, Brozovic, Vecino, Perisic, Nainggolan (Valero 90′), Politano (Candreva 77′), Lautaro
(yna/din)

Daftar Pemain atau Squad Pemain Inter Milan 2018/2019

inter-milan

Daftar Skuad Inter Milan

Liga Bola Italia – Radja Naiggolan akhirnya bergabung dengan Inter Milan yang merupakan salah satu klub raksasa di Italia. Inter Milan memboyong pemain anyer tersebut dari AS Roma dengan harga yang cukup fantastic yakni £34.20m yang diharapkan dapat memperkuat skuad Inter Milan di musim depan ketika kompetisi bergulir.

Inter Milan pada musim lalu tampil cukup gemilang dengan finish di posisi ke 4 Klasemen Liga Italia dan berhak ikut ke kompetisi Liga Champions asalkan klub asal kota San Siri tersebut bisa melewat babak kualifikasi.

Dibawah Asuhan Luciano Spalletti, Inter Milan akan bekerja dan bermain lebih bagus dan lebih gemilang lagi guna memperebutkan gelar Scudeto yang sudah lama tidak pernah dirasakan oleh klub yang berjulukan I Nerazzurri tersebut.

Goalkeeper
46 Tommaso Berni Italy 06/03/1983
93 Raffaele Di Gennaro Italy 03/10/1993
1 Samir Handanovič Slovenia 14/07/1984
27 Daniele Padelli Italy 25/10/1985
Defender
21 Cédric Soares Portugal 31/08/1991
33 Danilo D’Ambrosio Italy 09/09/1988
29 Dalbert Brazil 08/09/1993
6 Stefan de Vrij Netherlands 05/02/1992
23 Miranda Brazil 07/09/1984
13 Andrea Ranocchia Italy 16/02/1988
37 Milan Škriniar Slovakia 11/02/1995
2 Šime Vrsaljko Croatia 10/01/1992
Midfielder
18 Kwadwo Asamoah Ghana 09/12/1988
20 Borja Valero Spain 12/01/1985
77 Marcelo Brozović Croatia 16/11/1992
87 Antonio Candreva Italy 28/02/1987
5 Roberto Gagliardini Italy 07/04/1994
15 João Mário Portugal 19/01/1993
14 Radja Nainggolan Belgium 04/05/1988
44 Ivan Perišić Croatia 02/02/1989
8 Matías Vecino Uruguay 24/08/1991
Forward
11 Keita Baldé Senegal 08/03/1995
9 Mauro Icardi Argentina 19/02/1993
10 Lautaro Martínez Argentina 22/08/1997
16 Matteo Politano Italy 03/08/1993
74 Eddy Salcedo Italy 01/10/2001
Manager
Luciano Spalletti Italy 07/03/1959
Ass. Manager
Marco Domenichini Italy 21/10/1958