Roma Diklaim Memasang Harga Terlalu Tinggi Bagi Zaniolo

Roma Diklaim Memasang Harga Terlalu Tinggi Bagi Zaniolo

Roma Diklaim Memasang Harga Terlalu Tinggi Bagi Zaniolo Sang mantan bek AC Milan yakni Alessandro Costacurta, mengatakan bahwa AS Roma memasang harga yang terlalu tinggi bagi Nicolo Zaniolo, yang sebenarnya dapat sangat membantu Milan.

Merasa makin tak bahagia bersama dengan AS Roma, Nicolo Zaniolo sendiri akhirnya meminta untuk pergi pada bulan Januari ini. Bahkan dia pernah menolak dimainkan dalam pertandingan kontra Spezia demi bisa pergi.

Milan sendiri sempat tertarik untuk merekrut Zaniolo, tapi mereka akhirnya memutuskan mundur usai Bournemouth mengajukan tawaran senilai lebih dari 35 juta euro untuk penyerang yang berusia 23 tahun asal Italia tersebut.

Roma telah menegaskan bahwa mereka cuma akan menerima tawaran pasti untuk Zaniolo, entah apakah untuk meminjam dengan pilihan dipermanenkan, atau langsung membelinya pada bulan Januari tersebut.

Bicara terhadap Sky Sport Italia, Costacurta merasa bahwa sebenarnya Zaniolo dapat sangat membantu Milan, tapi Roma memasang harga yang terlalu mahal baginya.

Baca Juga: Juventus Berharap Dapat Jual Zakaria Di Musim Panas

“Saya yakin  bahwa dari aspek teknikal, harga untuk Zaniolo itu terlalu tinggi,” ucap Costacurta.

“Anak tersebut memiliki potensi, namun juga harus ditunjukkan hasil di lapangan. Tahun tersebut ia tak tampil sesuai harapan. Bila dia kembali menjadi pemain yang kita semua lihat dalam beberapa kesempatan, dia bisa sangat membantu Milan.

Zaniolo sendiri sebelumnya ingin bergabung dengan Milan, tapi sekarang dia mempertimbangkan tawaran Bournemouth menyusul mundurnya Milan.

Sementara untuk kinerjanya, musim ini Zaniolo mencatatkan sebanyak 2 gol dan juga 3 assist dalam 17 kali pertandingan bagi Giallorossi, gagal dalam membuat pelatih Jose Mourinho dan fans terkesan.

 

Juventus Berharap Dapat Jual Zakaria Di Musim Panas

Juventus Berharap Dapat Jual Zakaria Di Musim Panas

Juventus Berharap Dapat Jual Zakaria Di Musim Panas Prioritas Juventus pada bursa transfer pada musim panas tahun 2023 mendatang ialah untuk menjual Denis Zakaria, yang pada kini sedang dipinjamkan ke Chelsea.

Sang gelandang yang berasal dari Swiss berusia 26 tahun tersebut bergabung dengan The Blues pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2022 lalu, dengan nilai pinjaman 3 juta euro dan pilihan untuk dipermanenkan seharga 34 juta euro.

Masa-masanya di London Barat tak berjalan dengan begitu menyenangkan pada awalnya. Tapi dia perlahan bisa memperlihatkan penampilan yang sedikit positif kontra Manchester City dan Dinamo Zagreb.

Zakaria akhirnya bermain dalam empat pertandingan pertama Chelsea selepas jeda Piala Dunia 2022, tapi sudah menepi akibat cedera hamstring, yang membuatnya absen selama sekitar sebulan.

Baca Juga: Smalling Menolak Tawaran Kontrak Baru Dari Roma

Menurut kabar dari La Gazzetta dello Sport, Juventus berharap untuk dapat menjual Denis Zakaria pada bursa transfer musim panas nanti, demi memberi modal untuk membangun ulang skuat.

Harga pasarannya berada di kisaran 15 hingga 20 juta euro, yang mana di bawah dari nilai yang disetujui dengan Chelsea untuk mempermanenkannya, yakni sebesar 34 juta euro.

Bagaimanapun, penjualan Zakaria akan mendatangkan keuntungan untuk Juve, yang cuma mengeluarkan kocek 10,1 juta euro pada bulan Januari tahun 2022 kemudian untuk menggaetnya dari Borussia Monchengladbach.

Si Nyonya Tua saat ini cuma berharap agar pemain timnas Swiss tersebut menghabiskan beberapa bulan terakhirnya dengan baik di Stamford Bridge agar mendapat peluang untuk dipermanenkan.

Smalling Menolak Tawaran Kontrak Baru Dari Roma

Smalling Menolak Tawaran Kontrak Baru Dari Roma

Smalling Menolak Tawaran Kontrak Baru Dari Roma Bek AS Roma yakni Chris Smalling dirumorkan sudah menolak tawaran kontrak baru dari klub, dengan Inter Milan yang siap untuk merekrutnya ketika dia berstatus bebas transfer di akhir musim ini.

Kontrak Chris Smalling sudah akan usai pada akhir musim ini, tapi dia mempunyai pilihan untuk memperpanjang kontraknya secara otomatis selama 1 tahun lamanya pada akhir musim tersebut bila dia mencapai sebesar 50% menit bermain yang dapat dimainkannya musim ini, dan cuma saja masalah waktu sebelum Smalling bisa melakukannya.

Tapi AS Roma sendiri yang belum ingin kehilangan Smalling saat ini sedang berupaya untuk mengikatnya dalam kontrak baru. Sayangnya upaya Roma tak berjalan mulus, menurut sebuah media Italia, Il Messaggero, Smalling sudah menolak tawaran kontrak baru dari Roma.

Baca Juga: Usai Serie A, Hukuman Juventus Dapat Merayap Ke Eropa?

Il Messaggero mengklaim bahwa bek yang berusia 33 tahun yang berasal dari Inggris tersebut menolak tawaran kontrak baru berdurasi 2 tahun dengan gaji senilai 2.5 juta euro per musim dari Roma.

Lebih jauh, Il Messaggero juga mengatakan bahwa Inter masih terus mengikuti keadaan Smalling, dan akan siap menawarinya kontrak berdurasi 2 tahun ketika kontraknya berakhir dan dia berstatus bebas transfer pada musim panas depan.

Smalling tampil impresif sejak bergabung dengan Roma dari Manchester United pada 2019 silam, awalnya dia cuma dipinjamkan sebelum Roma mempermanenkan statusnya selepas semusim.

Selain Inter, juga ada beberapa klub Liga Premier yang dipercaya ingin membawa Smalling kembali ke Inggris.

Usai Serie A, Hukuman Juventus Dapat Merayap Ke Eropa?

Usai Serie A, Hukuman Juventus Dapat Merayap Ke Eropa?

Usai Serie A, Hukuman Juventus Dapat Merayap Ke Eropa? Juventus sendiri kabarnya bisa dilarang tampil di kompetisi Eropa setidaknya selama setahun lamanya, imbas dari masalah legal yang menyebabkan pengurangan sebanyak 15 poin di Serie A.

La Repubblica mengabarkan bagaimana jaksa penuntut publik Federasi Sepak Bola Italia siap untuk meminta 40 hari perpanjangan atas penyelidikan mereka terhadap Juventus.

Tim raksasa Turin sedang berada dalam sorotan sebab pemalsuan laporan keuangan yang berkaitan dengan penggelembungan nilai transfer dan kesepakatan rahasia gaji pemain, yang dapat menjadi satu kasus di sidang olahraga.

Baca Juga: PSG Cuma Beli Skriniar Dengan Harga Segini

CEO baru Juve yakni Maurizio Scanavino, telah melakukan pertemuan dengan Presiden FIGC yakni Gabriele Gravina, yang saat ini menunggu untuk bertemu dengan presiden baru Gianluca Ferrero.

Pertemuan Lega Serie A dijadwalkan untuk dilaksanakan pada hari Kamis (26/1) hari ini, dengan topik tersebut menjadi salah satu agenda pembahasan.

Komite eksekutif UEFA kabarnya akan melakukan pertemuan di Nyon, Swiss, pada Rabu lalu (25/1) sore waktu setempat. UEFA cuma akan mengambil tindakan kontra Juventus selepas sidang keolahragaan selesai dilaksanakan di Italia, bereaksi terhadap vonis akhir.

Dikutip dari Football-Italia, bila tuduhan dari FIGC terbukti benar, maka Si Nyonya Tua dapat dilarang tampil dari seluruh kompetisi Eropa, setidaknya selama setahun ke depan.

Pada saat ini, imbas dari pengurangan sebanyak 15 poin oleh FIGC, Juve telah berada di peringkat ke-10 klasemen sementara Serie A dengan torehan 23 poin dari 19 pertandingan.

PSG Cuma Beli Skriniar Dengan Harga Segini

PSG Cuma Beli Skriniar Dengan Harga Segini

PSG Cuma Beli Skriniar Dengan Harga Segini Raksasa Ligue 1 yakni Paris Saint-Germain, dikabarkan tidak menjadikan Milan Skriniar sebagai target utama mereka pada jendela transfer pada awal tahun ini. PSG sendiri kabarnya jauh lebih tertarik memoles posisi depan mereka.

Pemikiran terkait masa depan Milan Skriniar di Inter Milan dalam beberapa minggu terakhir menjadi salah satu topik yang hangat untuk diperbincangkan. Pasalnya sang pemain belum juga meneken akan kontrak baru walau kesepakatannya saat ini akan berakhir pada bulan Juni 2023 mendatang.

Bahkan belakangan sang agen mengatakan bahwa Skriniar sudah menolak untuk memperpanjang masa bakti. Pernyataan yang membuat bek yang berasal Slovakia tersebut semakin santer dikabarkan akan merapat ke Paris Saint-Germain.

Baca Juga: Perihal Kesempatan Balik Ke Inter, Begini Tanggapan Giovanni

Tapi seperti kabar yang dilansir dari Le Parisien, Skriniar dikabarkan bukanlah target utama PSG pada musim tersebut. Les Parisiens justru dikabarkan punya keinginan untuk memperkuat sektor penyerangan mereka pada bulan Januari. Dengan dana yang terbatas, kabarnya PSG hanya bersedia mendatangkan Skriniar dengan harga 10 sampai 15 juta euro. Bila Inter menolak, maka mereka akan menunggu sampai musim panas agar dapat mendatangkannya secara percuma.

Pada musim panas tahun kemarin, PSG juga sempat ingin mendatangkan Skriniar. Namun waktu itu tawaran sebesar 60 juta euro yang diberikan oleh PSG ditolak mentah-mentah langsung Inter Milan. Saat ini, Inter sendiri menghadapi potensi kehilangan Skriniar dengan harga yang jauh lebih murah sebab kontraknya kurang dari 6 bulan lagi, atau bahkan mereka dapat kehilangannya secara cuma-cuma di penghujung musim ini.

Perihal Kesempatan Balik Ke Inter, Begini Tanggapan Giovanni

Perihal Kesempatan Balik Ke Inter, Begini Tanggapan Giovanni a

Perihal Kesempatan Balik Ke Inter, Begini Tanggapan Giovanni Gelandang Reggina yakni Giovanni Fabbian, memberikan tanggapan terkait kemungkinan dirinya kembali ke Inter Milan pada bursa transfer di awal tahun tersebut. Fabbian sendiri pada musim ini dipinjam dari Nerazzurri.

Giovanni Fabbian sendiri dipinjamkan oleh Inter Milan ke Reggina yang kini sedang bermain di Serie B. Selama masa peminjamannya, Fabbian menunjukkan penampilan yang amat mengesankan. Hal tersebut sontak saja membuat Nerazzurri dikabarkan ingin memanggil pulang Fabbian di awal tahun ini untuk menggantikan posisi Roberto Gagliardini.

Tapi Fabbian mengaku belum memikirkan terkait akan potensi dirinya kembali ke Inter dalam kurun waktu dekat. Fabbian sendiri mengaku masih fokus membatu timnya saat ini untuk bisa promosi ke Serie A pada musim depan.

Baca Juga: Stefano Berharap Milan Bangkit Kontra Lazio

“Saya cuma ingin terus melakukannya dengan baik di tim kini, dan kemudian kita akan melihat apa yang terjadi pada akhir musimnanti,” ucap Fabbian seperti dilansir dari FCInter1908.

“Saya melakukan pekerjaan dengan amat baik di sini di Reggio Calabria.”

“Kota tersebut sangat indah, ini merupakan tempat yang ideal untuk terus tumbuh untuk pemain muda seperti saya.”

“Para pemain muda seperti saya memerlukan kesempatan untuk dapat untuk terus bermain dan memamerkan kualitas mereka,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, Gagliardini sendiri kontraknya akan usai di penghujung musim tersebut dan terlihatnya tak akan diperpanjang oleh manajemen klub. Bahkan pada musim ini saja Gagliardini mulai kehilangan tempatnya di tim utama La Beneamata.

Stefano Berharap Milan Bangkit Kontra Lazio

Stefano Berharap Milan Bangkit Kontra Lazio

Stefano Berharap Milan Bangkit Kontra Lazio Pelatih AC Milan yakni Stefano Pioli menggarisbawahi keyakinannya terhadap skuatnya yang akan bertandang ke Roma untuk menghadapi Lazio dalam pertandingan lanjutan Serie A.

I Rossoneri tidak boleh kehilangan poin lagi demi menjaga kesempatan meraup Scudetto karena saat ini mereka telah tertinggal sebanyak 12 poin dari Napoli di puncak klasemen sementara Serie A.

Mereka juga dalam keadaan yang tak baik usai menderita kekalahan di Piala Super Italia kontra Inter Milan dan tak pernah menang dalam empat partai terakhir di semua pertandingan.

Pelatih Stefano Pioli mendiskusikan akan masa berat yang tengah dilalui oleh AC Milan dan menaruh kepercayaan bahwa mereka akan bangkit secepat mungkin.

Baca Juga: Melalui Telepon Pemilik Everton Memecat Lampard

“Kami harus menghadapi momen seperti ini, itu akan menjadi ujian lainnya untuk diatasi dengan kerendahan hati dan juga persatuan. Kritikan kerap muncul sebab dari penampilan kami di bawah ekspektasi, yang mana sangat tinggi sebab kami memiliki akar yang sangat kuat,” ucap Pioli dalam konferensi persnya.

“Ada pengalaman dengan sinar terang dan humor yang bagus, saat kami memerlukan kekompakan dan keinginan untuk bereaksi. Para pemain saya tak buruk, mereka layak untuk memperoleh keyakinan dan juga rasa hormat saya.”

Milan memiliki modal bagus sewaktu terakhir kali melawat ke markas Lazio, dengan meraup kemenangan 2-1 pada musim kemarin, dan Stefano Pioli bersandar terhadap itu.

“Kami perlu mengatur ulang. Keadaan untuk meningkatkan taktik, teknis, dan mental. Aspek paling penting ialah mental,” tandasnya.

“Menyenangkan untuk diingat bagaimana kami menang tahun lalu di Roma, melalui kesulitan, namun mempertahankan keseimbangan dan fokus hingga akhirnya meraih kemenangan.”

Melalui Telepon Pemilik Everton Memecat Lampard

Melalui Telepon Pemilik Everton Memecat Lampard

Melalui Telepon Pemilik Everton Memecat Lampard Masa pemerintahan Frank Lampard sebagai manajer Everton usai selepas dia dipecat kemarin dalam proses yang dapat di katakan sangat cepat.

Sang mantan bos Chelsea dan Derby tersebut diberi tahu bahwa masa tugasnya selama 357 hari sudah berakhir selama panggilan telepon dengan Farhad Moshiri, pemegang saham utama.

Pengumuman sah baru dibuat oleh klub pada pukul 8.15 malam waktu setempat, kemarin, lebih dari lima jam selepas berita tersiar.

Pemecatan tersebut ialah sautu kesimpulan yang tak terhindarkan usai beberapa minggu di mana dia berada di tepi jurang, terlebih usai muncul rumor  bahwa Marcelo Bielsa ialah pilihan nomor 1 Everton untuk mengambil alih posisi manajer.

Baca Juga: Bulan Februari Stefan Beri Jawaban Perihal Masa Depan Di Inter

Dia sendiri menyadari keinginan untuk perubahan manajerial sudah tumbuh namun dibiarkan tidak pasti tentang arah yang akan diambil tim, sebab beberapa percakapan dia dengan Moshiri berpusat pada pandangannya perihal perekrutan.

Everton, yang amat memerlukan pemain baru, hampir menyelesaikan kesepakatan untuk mendatangkan Arnaut Danjuma dengan status pinjaman hingga akhir musim namun walau bisnis itu sudah selesai, Lampard masih harus menunggu untuk mengetahui nasibnya.

Pria yang kini berusia 44 tahun tersebut memiliki sisa kontrak 18 bulan yang ditandatangani pada tanggal 31 Januari tahun lalu.

Walau belum dikonfirmasi namun semua stafnya yakni Joe Edwards, Chris Jones, Paul Clement dan Ashley Cole juga akan pergi dari klub, orang-orang yang dibawa legenda Chelsea itu sewaktu ia diberi tugas sebagai manajer klub.

Bulan Februari Stefan Beri Jawaban Perihal Masa Depan Di Inter

Bulan Februari Stefan Beri Jawaban Perihal Masa Depan Di Inter

Bulan Februari Stefan Beri Jawaban Perihal Masa Depan Di Inter Agen Stefan De Vrij yakni Federico Pastorello, kembali memberikan tanggapan terkait masa depan kliennya pada Inter Milan yang sampai saat ini masih terlihat abu-abu. Pastorello pun memastikan bahwa De Vrij akan memberikan jawaban pada bulan Februari.

Stefan De Vrij menjadi salah satu pemain Inter Milan yang akan usai masa baktinya pada bulan Juni tahun 2023 mendatang. Nerazzurri pun sendiri berniat untuk mempertahankan bek yang berasal dari kota Belanda tersebut. Bahkan mereka telah menawarkan sebuah kontrak baru tapi sang pemain belum memberikan jawabannya.

Belakangan, Federico Pastorello mengatakan bahwa pihaknya pada saat ini telah melakukan negosiasi dengan Inter terkait kemungkinan meneken kontrak baru. Tapi Pastorello menegaskan bahwa kedua belah pihak belum mencapai kata setuju sebab De Vrij baru memberikan jawabannya pada bulan Februari mendatang sembari mempertimbangkan sejumlah tawaran yang berasal dari kota Inggris dan Spanyol.

Baca Juga: Roberto Sistici Katakan Skriniar Tolak Perpanjang Masa Bakti Di Milan

“Kontraknya akan usai seperti yang diketahui semua orang, ada pembicaraan yang tengah berlangsung dengan tim yang positif dan santai,” ucap Pastorello terhadap FCInterNews.

“Mereka memberi tahu kami bahwa mereka ingin memperpanjang kontraknya,” katanya tentang keadaan sang bek asal Belanda tersebut, “namun kami juga ingin mempertimbangkan kemungkinan di liga lain seperti di Inggris atau Spanyol.”

“Namun kami pasti akan memberi tanggapan pada bulan Februari,” pungkasnya.

Kabarnya De Vrij kini tengah diincar oleh Tottenham Hotspur yang saat ini dilatih oleh mantan manajer Inter yakni Antonio Conte. Sementara itu Atletico Madrid juga membuka kemungkinan untuk mendatangkan De Vrij.

Roberto Sistici Katakan Skriniar Tolak Perpanjang Masa Bakti Di Milan

Roberto Sistici Katakan Skriniar Tolak Perpanjang Masa Bakti Di Milan

Roberto Sistici Katakan Skriniar Tolak Perpanjang Masa Bakti Di Milan Agen Milan Skriniar yakni Roberto Sistici, mengatakan bahwa kliennya tersebut telah menolak untuk memperpanjang masa baktinya di tim Inter Milan. Bukan hanya itu, Sistici sendiri juga mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penawaran dengan sejumlah tim termasuk Paris Saint-Germain.

Pemikiran masa depan Milan Skriniar di Inter Milan dalam beberapa minggu terakhir menjadi salah satu topik yang dapat dikatakan cukup hangat untuk diperbincangkan. Masalahnya sang pemain masih belum menunjukkan indikasi akan memperpanjang suatu masa bakti walau kontraknya saat ini akan berakhir pada bulan Juni tahun 2023 mendatang.

Belakangan, Roberto Sistici mengatakan bahwa kliennya telah memutuskan untuk menolak tawaran kontrak baru dari Inter. Bahkan Sistici tak menolak bahwa pihaknya sudah melakukan proses penawaran dengan beberapa klub di luar Italia termasuk Paris Saint-Germain. Selain itu, Sistici melayangkan pernyataan mengejutkan di mana Inter pada musim panas tahun kemarin memang telah berniat melepas Skriniar ke tim lain.

“saat ini tidak ada kemungkinan untuk melakukannya memperpanjang kontrak,” kata Sistici terhadap Telenord.

“Siapa juga yang mengenal Milan juga tahu dia menunjukkan akan sikap profesionalisme dan juga loyalitas penuh dan dia akan selalu melakukan segalanya untuk menghormati seragam klub tempat dia bermain, klub yang memberinya banyak hal dan dia memberikan yang terbaik seperti yang biasa dia lakukan.”

Baca Juga: Calhanoglu Masih Percaya Inter Milan Dapat Jadi Juara

“Kemudian ada keadaan tertentu yang di luar kendali kami yang tak membuat segalanya menjadi mudah untuk pemain, dan juga menghalangi suasana ketenangan yang tepat untuk tim melakukan yang terbaik.”

“Yang benar ialah bahwa keputusan untuk menjual Milan Skriniar dibuat oleh Inter musim panas silam. Itu bukan keinginan sang pemain.”

“Kami diberitahu perihal hal tersebut dan kemudian negosiasi gagal di mana kami juga memberikan informasi perihal hal tersebut. Sekali lagi, keputusan ini tak tergantung terhadap kami semata, tapi sejak itu sang pemain sudah menghormati kontraknya dengan menunjukkan profesionalisme.”

“Musim gugur yang lalu kami menanggapi semua permintaan pertemuan yang dibuat oleh klub dan usai serangkaian pertemuan pendahuluan kami mengajukan permintaan nilai yang kami inginkan. Kemudian pihak klub memberi kami tawaran pada bulan November 2022.”

“Sekitar sebulan kemudian, sebelum Natal, saya menyampaikan kepada Inter keputusan untuk tidak menerima tawaran mereka, keputusan yang ditegaskan kembali pada awal bulan Januari sebelum final Supercoppa.”

“Pada titik ini saya juga memberi tahu direktur Nerazzurri, Marotta dan Ausilio, yang kami beri tahu bahwa kami bebas untuk mendengarkan tawaran dari klub lain.”

“Mungkin tak terlalu penting untuk berkomunikasi, namun itu merupakan suatu cara yang pas untuk saya dan pemain mengetahui pentingnya bersikap serius dan transparan.”