Napoli Siap Lepas Fabian Ruiz

Napoli Siap Lepas Fabian Ruiz

Ligabolaitalia.com – Napoli dikabarkan siap melepas gelandang Fabian Ruiz jika harga yang ditawarkan sesuai. Saat ini, gelandang asal Spanyol tersebut diminati oleh sejumlah klub seperti Real Madrid dan Barcelona. Fabian Ruiz tampil bagus sejak dibeli oleh Napoli pada musim 2018/2019 lalu. Pemain berusia 23 tahun tersebut menjadi pilar di lini tengah dalam skema racikan Carlo Ancelotti.

Bahkan, Fabian Ruiz juga tampil bagus bersama Spanyol di pentas Euro U-21 2019 lalu. Fabian Ruiz membawa Spanyol meraih gelar juara dan mencetak lima gol sepanjang turnamen tersebut. Performa bagus Fabian Ruiz pun dilihat oleh banyak klub. Lantas, berapa harga yang diminta oleh Napoli untuk transfer eks pemain Real Betis tersebut?

Harga Berlipat Fabian Ruiz
Pada Juli 2018 lalu, Napoli harus membayar 30 juta euro untuk membeli Fabian Ruiz dari Real Betis. Dan, harga tersebut akan naik berlipat pada jika ada klub yang saat ini ingin membeli Fabian Ruiz.

Dikutip dari Sportsmole, berdasar sumber mereka di Spanyol, Napoli siap melepas Fabian Ruiz ke klub Spanyol yang berminat pada servisnya. Setidaknya, ada dua klub Spanyol yang ingin membeli sang pemain yakni Barcelona dan Real Madrid.

Napoli meminta tebusan senilai 80 juta euro kepada setiap peminat Fabian Ruiz. Harga tersebut dinilai sudah sepadan dengan kualitas dan peningkatan performa pemain kelahiran 3 April 1996 tersebut. Sejak pindah ke Napoli, Fabian Ruiz telah mencetak delapan gol dari 39 kali bermain sebagai pemain inti dan tujuh kali sebagai cadangan. Performa Fabian Ruiz sangat stabil bersama Napoli.

Baca Juga : AC Milan Catat Awal Terburuk di Serie A

Fabian Ruiz Ditolak Barcelona?
Barcelona secara khusus telah mengirim Eric Abidal untuk melihat penampilan Fabian Ruiz. Sang direktur Barcelona melihat aksi Fabian Ruiz pada laga Napoli melawan Lecce, beberapa waktu yang lalu.

Pada laga tersebut, Fabian Ruiz tampil bagus dan mampu mencetak gol ke gawang Lecce. Akan tetapi, Fabian Ruiz membuat sesuatu yang dianggap salah oleh pihak Barcelona. Fabian Ruiz melakukan selebrasi yang memprovokasi fans Lecce. Bagi Eric Abidal, apa yang dilakukan oleh Fabian Ruiz adalah hal yang buruk. Bahkan, kabarnya Abidal batal meminati Fabian Ruiz karena selebrasi itu.

AC Milan Catat Awal Terburuk di Serie A

AC Milan Catat Awal Terburuk di Serie A

Ligabolaitalia.com – AC Milan memulai musim dengan sangat buruk. Sang pelatih, Marco Giampolo, berada di bawah tekanan besar setelah timnya menelan empat kekalahan dari enam pertandingan Serie A sejauh ini – awal terburuk dalam 81 tahun terakhir.

Teranyar, Milan takluk 1-3 dari Fiorentina di San Siro, Senin (30/9/2019) dini hari WIB kemarin. Kekalahan ini jelas menjadi pukulan berat bagi Milan yang sedang berusaha membangun skuad kembali.

Kesulitan Milan jelas menjadi kesulitan pelatih. Posisi Giampaolo tak lagi aman. Dia terbukti tidak bisa lebih baik dari Gennaro Gattuso, tidak ada alasan untuk terus mempertahankannya.

Sejauh ini, pimpinan dan beberapa legenda Milan masih mendukung Giampaolo, tapi bisa jadi situasinya berubah. Baca selengkapnya di bawah ini ya.

Awal Terburuk
Milan memulai musim 2019/20 dengan kekalahan tandang dari Udinese (0-1). Jelas bukan start yang baik.

Setelahnya, mereka bisa menang beruntun atas Brescia dan Verona, masing-masing hanya dengan skor 1-0. Lalu, Rossoneri takluk 0-2 di tangan Inter Milan, menyerah 1-2 di markas Torino, dan teranyar kalah 1-3 dari Fiorentina di San Siro.

Menurut Goal internasional, rentetan hasil buruk itu membuat Milan menyamai rekor terburuk mereka di awal musim, tepat 81 tahun silam.

Minggu (6/10/2019) akhir pekan ini, Milan bakal menyambangi kandang Genoa. Tidak ada alasan, Giampaolo harus bisa membawa timnya menang jika ingin mempertahankan jabatannya.

Baca Juga : Buffon Merasa Puas Pecahkan Rekor Paolo Maldini

Tanggung Jawab
Laju buruk itu jelas membuat tim tertekan, Giampaoli mengakuinya langsung. Namun, dia yakin tidak ada yang salah dengan taktiknya. Hanya perlu waktu sampai Milan benar-benar bangkit, meski perlahan.

“Saya bertanggung jawab penuh, jelas, tetapi saya tetap maju karena saya percaya dengan gagasan saya,” tegas Giampaolo kepada Football Italia.

“Satu hal yang paling mengganggu saya adalah tim kami bermain di San Siro dalam kondisi seakan-akan belum pernah berlatih bersama. Kalah boleh, tapi tidak dengan cara itu.”

“Malam ini [vs Fiorentina], tekanan membuat pemain kesulitan. Kami tegang, tidak bisa bereaksi dengan cepat dan pada akhirnya menjadi korban tekanan itu,” tutupnya.