Manchester United Berminat Pada Christian Eriksen

Manchester United Berminat Pada Christian Eriksen

Ligabolaitalia.comManchester United akan tertarik mendatangkan Christian Eriksen dari Tottenham Hotspur. Pemain Denmark itu disebut sebagai target alternatif setelah gagal mengamankan layanan dari Paulo Dybala.

Christian Eriksen hanya menyisakan kontrak hingga Juni 2020 di Tottenham Hotspur. Hal itu membuat The Lilywhites harus menjual pemain tersebut pada musim panas 2019. Jika tidak, Tottenham Hotspur berpeluang kehilangan Eriksen dengan cuma-cuma pada akhir musim 2019-20. Namun, Tottenham Hotspur kesulitan untuk mendapatkan peminat. Sebelumnya, Real Madrid dikabarkan ingin memboyong Eriksen. Tetapi, Zinedine Zidane menolak rencana manajemen klub.

Zidane lebih memilih Real Madrid berusaha untuk mendatangkan Paul Pogba. Kondisi itu, hanya menyisakan Manchester United sebagai klub peminat. bergabung dengan Manchester United karena kehadiran Ole Gunnar Solskjaer. Eriksen yakin bisa membantu Manchester United bangkit bersama Solskjaer.

Baca juga : Kata Van Dijk Jadi Bek Mahal Tekanan Berat Pada Harry

Pengaruh Pelatih Timnas Denmark
Solskjaer juga memiliki kedekatan dengan pelatih timnas Denmark, Age Hareide. Solskjaer disebut meminta bantuan Hareide untuk meyakinkan Eriksen untuk memilih Manchester United. Red Devils disebut sudah menyiapkan kontrak berdurasi lima tahun untuk Eriksen. Namun, Manchester United harus bernegosiasi terlebih dahulu dengan Tottenham Hotspur. meminta dana transfer sebesar 60 juta pound dari klub yang berminat kepada Eriksen.

Beberapa Pemain Termahal Yang Di Beli MU

Beberapa Pemain Termahal Yang Di Beli MU

Ligabolaitalia.com – Manchester United membawa Harry Maguire selama periode transfer musim panas 2019. Pemain berusia 26 tahun itu ditukar dengan £ 80 juta ke Leicester City. Nominal ini menjadikan Maguire sebagai bek termahal di dunia

Ia menggantikan posisi Virgil van Dijk yang menyandang status tersebut ketika diboyong Liverpool dari Southampton pada Januari 2018. Meskipun begitu, harga 80 juta pound tidak menjadikan Maguire sebagai pemain termahal di Manchester United. Status itu disandang oleh Paul Pogba yang bergabung ke Manchester United pada 2016. Sebagai satu di antara klub terkaya di dunia, Manchester United memiliki kemampuan finansial yang mumpuni untuk mendatangkan pemain bintang. Tak heran, mereka rajin membeli pemain dengan harga yang tinggi.

Namun, kebiasaan tersebut dimulai setelah Sir Alex Ferguson. Pada era David Moyes, ia memecahkan rekor transfer Manchester United ketika memboyong Juan Mata dari Chelsea. Hal yang sama terjadi pada era Louis van Gaal. Saat itu, van Gaal menjadikan Angel di Maria sebagai pemain termahal Manchester United. Pada era Jose Mourinho, Manchester United kembali memecahkan rekor transfer klub ketika memboyong Pogba.

Berikut ini adalah beberapa pemain termahal yang pernah dibeli Manchester United:

Nemanja Matic – £40 juta pound
Nemanja Matic dibeli dari Chelsea pada Juli 2017. Ia didatangkan dengan harga 40 juta pound. Saat ini, ia masih menjadi bagian dari skuat utama Manchester United.

Fred – £47 juta pound
Fred didatangkan Manchester United dari Shakhtar Donetsk dengan harga 47 juta pound pada Juni 2018. Fred masih dianggap sebagai pembelian yang gagal karena belum menunjukkan kontribusi positif di Manchester United.

Aaron Wan-Bissaka – £50 juta pound
Aaron Wan-Bissaka merupakan satu di antara pembelian baru Manchester United untuk musim 2019-20. Ia ditebus dari Crystal Palace dengan harga 50 juta pound. Walaupun baru berusia 21 tahun, Wan-Bissaka sudah masuk dalam daftar pemain termahal Manchester United.

Baca juga : Login SBOBET Mobile Tanpa Link Alternatif SBOBET

Angel Di Maria – £59,7 juta pound
Manchester United mendatangkan Angel Di Maria dari Real Madrid dengan harga 59,7 juta pound pada Agustus 2014. Namun, kontribusi Di Maria sangat minim. Ia hanya bertahan selama satu musim dan hengkang ke PSG pada musim panas 2015.

Romelu Lukaku – £75 juta pound
Romelu Lukaku bergabung ke Manchester United pada Juli 2017 setelah ditebus dari Everton. Manchester United mengeluarkan dana mencapai 75 juta pound. Saat ini, Romelu Lukaku berpeluang untuk meninggalkan Manchester United.

Paul Pogba – £89,3 juta pound
Paul Pogba ditebus dari Juventus dengan harga 89,3 juta pound pada Agustus 2016. Ia sukses menjalankan perannya di Manchester United. Namun, Pogba merasa tidak betah karena kerap dikambinghitamkan jika Manchester United meraih hasil buruk.

David De Gea Tidak Akan Tinggalkan Manchester United

David De Gea Tidak Akan Tinggalkan Manchester United

Ligabolaitalia.com – Kiper Manchester United David De Gea tidak mungkin meninggalkan Old Trafford dalam waktu dekat. Dilaporkan bahwa kiper mulai bernegosiasi lagi dengan administrasi iblis merah untuk memperpanjang kontraknya di United.

Kiper 28 tahun itu sudah menjadi sosok krusial di tim Manchester United. Ia menjadi dinding yang kokoh di bawah mistar gawang Setan Merah, di mana ia kerap membuat penyelamatan krusial bagi setan merah. Kiper Timnas Spanyol itu saat ini sudah memasuki tahun terakhir dalam kontraknya di United. Manajemen United sudah beberapa kali menggelar diskusi dengan perwakilan sang kiper namun sejauh ini belum ada hasil yang memuaskan dalam progress perpanjangan kontrak sang kiper. Namun Telegraph melaporkan bahwa United punya harapan untuk memperpanjang kontrak sang kiper. Pasalnya De Gea sudah bersedia kembali bernegosiasi dengan manajemen United untuk memperpanjang kontraknya.

Sebelumnya, De Gea sebenarnya masih ingin bertahan di Manchester United. Ia sudah merasa nyaman dengan skuat Setan Merah dan siap menambah jam terbangnya di Old Trafford. Namun De Gea menjadi enggan memperpanjang kontraknya karena permintaan gajinya ditolak oleh manajemen MU. De Gea kabarnya meminta bayaran sebesar 350 ribu pounds per pekan di mana angka ini setara dengan gaji yang diterima Alexis Sanchez saat ini. United yang beberapa kali menolak permintaan De Gea tersebut akhirnya menyadari bahwa mereka bakal kehilangan pemain hebat dan mereka akan mengeluarkan uang lebih besar untuk mencari penggantinya. Alhasil manajemen MU diberitakan mulai terbuka untuk membayar De Gea dengan gaji yang tinggi, sehingga kedua pihak mulai menegosiasikan gaji tetap sang kiper.

Baca juga : Real Madrid Dapat Jalan Sulut Untuk Pogba

Cari Kiper Pengganti
Manchester United sendiri diberitakan tetap jaga-jaga jika mereka gagal mencapai kesepakatan De Gea. Untuk itu mereka sudah membidik dua kiper untuk menggantikan De Gea. Kandidat pertama adalah kiper Atletico Madrid, Jan Oblak. Mereka diberitakan harus membayar sekitar 105 juta pounds untuk pemain Timnas Slovenia tersebut. Selain itu, United juga membidik kiper muda berbakat Ajax Amsterdam, Andre Onana yang diberitakan harganya hampir setengah harga Oblak.

Manchester United Kini Sangat Memprihatinkan

Manchester United Kini Sangat Memprihatinkan

Ligabolaitalia.com – Manchester United kini sangat memprihatinkan bagi pengemarnya di karenakan dulu tim yang sangat disegani oleh club-club lain sekarang sangat mengecewakan. Tim Manchester United semakin berjalannya waktu semakin merosot kebawah dan hal ini sangat membuat pengemarnya banyak yang kecewa. kali ini Ligabolaitalia.com akan membahas lengkapnya dibawah ini.

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengakui hasil ini merupakan kinerja buruk, baik secara khusus, selama pertandingan, atau bahkan sepanjang musim ini.

“Lebih dari 90 menit, kami tidak cukup baik. Kami tidak bisa menggunakan peluang, ketika kami bisa menyelesaikan pertandingan sejak awal,” kata Solskjaer dikutip dari Sky Sports. “Kami sedang berada jauh di level saat ini (dari Liverpool dan Manchester City), tapi itulah ukuran tantangannya dan ini merupakan tantangan besar bagi kami. Saya yakin kami akan berhasil,” lanjut Solskjaer. Manchester United gagal menang dalam empat pertandingan terakhir Premier League. Perinciannya, kalah beruntun masing-masing 0-4 dan 0-2 dari Everton (21/4/2019) dan Manchester City (25/4/2019) serta ditahan Chelsea dan terbaru, Huddersfield Town, dengan skor indentik, 1-1. Kegagalan finis di posisi empat besar jelas jadi pukulan telak buat tim sebesar Manchester United. Apalagi kini mereka hanya berkiprah di Liga Europa, alih-alih Liga Champions yang lebih bergengsi. Berikut beberapa komentar menarik yang menghiasi media massa pasca kegagalan Manchester United menempati posisi empat besar di Premier League 2018-2019.

Manchester United Kini Menyedihkan
Penampilan Manchester United yang mengecewakan setelah melawan Huddersfield mendapatkan komentar pedas dari Gary Neville. Mantan pemain Manchester United tersebut menilai Manchester United seperti sekelompok orang yang putus asa. “Tidak ada yang saya sukai dari tim United ini sama sekali. Ini sangat mengerikan. Lihat mereka. Mereka adalah kelompok orang yang paling menyedihkan,” ujar Neville dikutip dari Sky Sports. “Ini bukan tim sama sekali. Alangkah baiknya klub mendapat direktur olahraga yang berpengalaman untuk membantu,” lanjut Neville.

Baca juga : Manager Manchester City Sangat Percaya Diri

Pembelaan Ashley Young
Berbanding terbalik dengan apa yang dilontarkan Gary Neville, Kapten Manchester United, Ashley Young, memahami kekecewaan terhadap timnya setelah diimbangi Huddersfield. Namun, ia berdalih, pemain juga tak bisa memahami apa penyebab kemerosotan mereka akhir-akhir ini. “Saya tidak terlalu yakin apa itu. Bisa jadi ada beberapa hal,” ujar Ashley Young. “Ini pukulan besar bagi klub seperti Man United (tidak finis di empat besar). Ini mengecewakan. Saya sudah mengatakan, ketika Anda berbicara tentang klub seperti Man United dan Anda berjuang untuk empat teratas, bukan itu yang ingin Anda bicarakan,” lanjut Young. “Kami harus berbicara tentang yang lebih tinggi, memenangi trofi dan gelar. Saya yakin Ole dan staf akan siap selama musim panas dan siap untuk untuk musim depan,” kata Young dikutip dari Sky Sports.

Kenapa Manchester United Bisa Kalah

Kenapa Manchester United Bisa Kalah

Ligabolaitalia.com – Banyak yang bertanya-tanya mengapa tim yang dulunya sangat terkanal ini dan sampai di juluki si merah ( The Red) yang sangat di takuti oleh club-club lain. Namun sekarang MU semakin waktu semakin mengecewakan dalam permainan. Semakin waktu permainan dari MU merosot sampai dengan sekarang banyak pengemar yang prihatin kalau seperti ini terus bagaimana kedepannya dengan tim ini. Berikut Ligabolaitalia.com akan membahas ulasan lengkap alasan mengapa MU bisa sampai dengan seperti sekarang.

Berjalannya waktu banyak yang bertanya mengapa semakin hari Manchester United semakin terpuruk ke belakang. Penjelasan dari yang di lihat pengemar di karenakan faktor di bawa ini yang akan dibahas lengkap oleh Ligabolaitalia.com. Anda penasaran berita selengkapnya berikut ulasan lengkapnya:Manchester United telah mengalami penurunan kinerja yang signifikan sejak pejabat klub menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer secara permanen. Sejak itu, United hanya mampu memenangkan dua kemenangan dalam enam pertandingan yang mereka mainkan, sementara sisanya berakhir dengan kekalahan. Dunia merasakan sebaliknya bagi manajer Norwegia.

Dua kemenangan tersebut juga tidak diraih oleh Setan Merah secara meyakinkan, keduanya dengan skor 2-1 atas Watford dan West Ham United di Old Trafford. Mereka juga telah tersingkir dari kompetisi Liga Champions setelah dikalahkan dalam babak perempat final oleh Barcelona.

ini adalah alasan yang menyebabkan Manchester United mengalami penurunan performa yang signifikan sebulan belakangan, seperti diulas 90min.

Pertahanan Buruk
David de Gea memang dapat dianggap sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia berkat konsistensi yang ditunjukkannya dalam beberapa tahun terakhir, tetapi hal itu sekaligus memperlihatkan buruknya kualitas dari lini pertahanan Manchester United. Sebagai tim yang selalu memperoleh pendapatan dan keuntungan yang besar dari berbagai sektor, melihat pemain-pemain seperti Chris Smalling dan Phil Jones masih mengisi lini pertahanan tim sekelas Manchester United adalah sesuatu yang membingungkan.

Stok Gelandang Jangkar Berkelas Minim
Pemain yang diturunkan sebagai gelandang bertahan dalam sebuah tim tidak hanya memiliki tugas untuk menjadi penghubung antara lini belakang dan depan, tetapi juga untuk membantu para pemain di lini belakang menghadapi gempuran serangan dari lawan yang mereka hadapi. Saat ini Manchester United tidak memiliki pemain berkualitas tinggi untuk mengisi posisi tersebut. Nemanja Matic sudah tidak dapat bersaing dengan lawan-lawan yang memiliki kecepatan tinggi, Fred dan Scott McTominay masih harus beradaptasi, sementara Ander Herrera nampak akan meninggalkan Old Trafford pada akhir musim.

Baca juga : Pochettino Digoda AC Milan dengan Dana Rp 5,5 Triliun

Terlalu Bergantung pada Marcus Rashford dan Anthony Martial
Memiliki pemain-pemain di lini depan yang dapat mengacaukan pertahanan lawan mereka dengan pergerakan berkecepatan tinggi merupakan aset yang berharga bagi tim manapun, tak terkecuali bagi United yang memiliki Marcus Rashford dan Anthony Martial. Tetapi kedua pemain tersebut juga memiliki batasan yang perlu ditutupi oleh rekan-rekan mereka, dan ketergantungan yang dirasakan oleh Setan Merah terhadap Rashford dan Martial saat ini justru menghambat mereka untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Taktik Solskjaer Monoton
Penerapan taktik yang tepat adalah sebagian kunci untuk menentukan peluang bagi sebuah tim untuk meraih kemenangan dalam pertandingan yang mereka jalani. Persiapan jelang pertandingan dan reaksi saat laga itu berlangsung, menjadi dua aspek yang harus diperhatikan oleh setiap pelatih. Sejauh ini Ole Gunnar Solskjaer belum mampu menunjukkan penerapan yang maksimal dari dua aspek tersebut, dan masih perlu waktu untuk mengembangkan kemampuannya sebagai seorang pelatih.

Kontrak Permanen yang Terlalu Buru-buru
Sejak menggantikan posisi Jose Mourinho dengan kapasitas interim pada Desember 2018, Ole Gunnar Solskjaer menjalani 19 pertandingan di seluruh kompetisi dan mampu meraih 14 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Hal itu membuat manajemen Manchester United memberikannya kontrak permanen dengan durasi tiga tahun, keputusan yang diambil berdasarkan suasana di dalam klub saat itu dan reaksi dari para pendukung. Tetapi saat ini keputusan tersebut terlihat diambil terlalu cepat. Ekspektasi yang tinggi yang tidak sesuai dengan kualitas skuat menyebabkan adanya penurunan performa yang langsung membuat kualitas Solskjaer diragukan.