Bukan Messi, Satu-satunya Saingan Ronaldo Sama Persis dengan Zidane

Bukan Messi, Satu-satunya Saingan Ronaldo Sama Persis dengan Zidane

ligabolaitalia.com – Bukan Messi, Satu-satunya Saingan Ronaldo Sama Persis dengan Zidane, Saingan megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, dan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, sama persis. Menariknya, sosok tersebut bukan megabintang Barcelona, Lionel Messi.

Semasa aktif bermain, Zinedine Zidane adalah gelandang serang fantastis.

Zidane mempunyai karier cemerlang di level klub bersama Juventus dan Real Madrid.

Baca juga : Ivan Perisic Bentuk Perkumpulan Kontra Mauro Icardi Bersama Maxi Lopez

Di Juventus, Zinedine Zidane menggenggam enam trofi, termasuk dua gelar Liga Italia berturut-turut pada 1997 dan 1998.

Adapun di Real Madrid, Zidane sukses memenangi enam gelar.

Salah satu pencapaian terbaik di Los Blancos, Zidane mengangkat trofi Si Kuping Besar pada 2002.

Zinedine Zidane bahkan mendapat penghargaan Ballon d’Or 1998 seusai membawa timnas Prancis menjuarai Piala Dunia.

Ivan Perisic Bentuk Perkumpulan Kontra Mauro Icardi Bersama Maxi Lopez

Ivan Perisic Bentuk Perkumpulan Kontra Mauro Icardi Bersama Maxi Lopez

ligabolaitalia.com – Ivan Perisic Bentuk Perkumpulan Kontra Mauro Icardi Bersama Maxi Lopez, Saga perseteruan di Inter Milan yang berpusat pada Mauro Icardi sepertinya belum juga usai.

“Masalahnya bukan pada hubungan antara Icardi dengan rekan setim,” ujar Wanda Nara, istri sekaligus agen Mauro Icardi.

Komentar ini dilempar Wanda menanggapi soal dicopotnya ban kapten Icardi dan belum kembalinya pemain asal Argentina itu ke tim hingga saat ini.

Wanda menyoroti tentang Icardi yang dikabarkan berseteru dengan Ivan Perisic gara-gara komentar Wanda di televisi, meski Wanda membantah perseteruan tersebut.

Baca juga : Pertengkaran Kessie-Biglia adalah Kekalahan Ganda bagi AC Milan

Tetapi perseteruan tersebut tampaknya kini sudah dikonfirmasi sendiri oleh Ivan Perisic lewat akun media sosial miliknya.

“Musuh dari musuhmu adalah temanmu.”

Perisic tampaknya baru saja menambah pertemanan dengan mantan pemain asal Argentina yang juga mantan suami Wanda, Maxi Lopez.

Seperti diketahu, Maxi Lopez dan Icardi sempat berteman akrab di Sampdoria sebelum kemudian hubungan merenggang karena Wanda yang meninggalkan Maxi untuk Icardi.

Pertengkaran Kessie-Biglia adalah Kekalahan Ganda bagi AC Milan

Pertengkaran Kessie-Biglia adalah Kekalahan Ganda bagi AC Milan

ligabolaitalia.com – Pertengkaran Kessie-Biglia adalah Kekalahan Ganda bagi AC Milan – Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, sanksi dengan pertikaian yang melibatkan dua gelandang timnya, Franck Kessie dan Lucas Biglia.

Gennaro Gattuso mengaku menerima kritik atas taktik defensifnya saat AC Milan kalah 2-3 dari Inter Milan, Minggu (17/3/2019) dalam giornata ke-28 Liga Italia.

Hanya saja, Gennaro Gattuso tak senang dengan insiden di bangku pemian AC Milan yang melibatkan Franck Kessie dan Lucas Biglia.

Baca juga : Maurizio Sarri Diperebutkan Dua Raksasa Italia

“Saya sering mendapat kritikan terlalu defensit, tapi hal yang wajib Anda ingat adalah karakteristik para pemain yang saya miliki,” ujar Gennaro Gattuso, seperti dilansir BolaSport.com dari laman Sky Italia.

“Anda dapat mengkritik taktik saya, tetapi saya membangun karier dengan rasa jormat, penuh etika, menjadi representasi klub, dan menghormati rekan setim yang belum bermain selama beberapa bulan,” kata Gattuso melanjutkan.

Dalam laga Serie A kali ini, Franck Kessie seperti naik pitam setelah cekcok dengan Lucas Biglia.

Kronologinya, setelah Andrea Conti pada menit ke-69, pemain berkebangsaan Pantai Gading itu terlihat tak suka seusai Biglia mengatakan sesuatu kepadanya.

Maurizio Sarri Diperebutkan Dua Raksasa Italia

Maurizio Sarri Diperebutkan Dua Raksasa Italia

ligabolaitalia.com – Maurizio Sarri Diperebutkan Dua Raksasa Italia, Inter Milan dan AS Roma dilaporkan bersaing untuk mendapatkan tanda tangan pelatih Chelsea saat ini, Maurizio Sarri.

Maurizio Sarri dikabarkan sedang mendekat ke pintu keluar Chelsea.

Hal itu santer terdengar setelah Chelsea mengalami kekalahan 0-2 dari Everton dalam laga pekan ke-31 Liga Inggris di Gooddison Park

Baca juga : Sturaro Tetap Doakan Sang Mantan Juara Liga Champions

Kekalahan tersebut sempat membuat Maurizio Sarri marah-marah.

Pelatih berusia 60 tahun tersebut menyebut bahwa mental Chelsea tak cukup kuat.

Selain itu, Sarri juga mengungkapkan bahwa Chelsea tak akan menduduki peringkat keempat Liga Inggris apabila terus bermain seperti saat melawan Everton.

Sturaro Tetap Doakan Sang Mantan Juara Liga Champions

Sturaro Tetap Doakan Sang Mantan Juara Liga Champions

ligabolaitalia.com – Sturaro Tetap Doakan Sang Mantan Juara Liga Champions, Mantan pemain Juventus, Stefano Sturaro, menjadi salah satu penyebab Bianconeri menelan kekalahan pertama di Liga Italia sepanjang musim saat menyerah 0-2 kontra Genoa, Minggu (17/3/2019).

Stefano Sturaro, yang kini memperkuat Genoa, mencetak gol pertama laga pada menit ke-72 saat Juventus mengunjungi Luigi Ferraris.

Tak sampai 10 menit kemudian, Goran Pandev lalu menggandakan skor untuk mengejutkan sang juara bertahan.

Namun, Sturaro, yang baru masuk ke lapangan dua menit sebelum mencetak gol, tak menaruh dendam kepada klub yang ia bela selama empat musim tersebut.

Baca juga : Bukan Messi, Satu-satunya Saingan Ronaldo Sama Persis dengan Zidane

Ia bahkan mengaku sulit percaya telah membobol gawang Bianconeri apalagi setelah absen hampir selama setahun terakhir karena cedera.

“Fantastis sekali. Setelah beberapa menit saya baru menyadari apa yang telah saya lakukan,” ujar sang gelandang.

“Tahun ini sulit bagi saya dan ini hadiah terbaik yang bisa saya dapatkan. Ini adalah bukti bahwa tim kami bisa bersaing dan terus ebrkembang,” lanjut Stefano Sturaro.

Gattuso Kecewa dengan Performa Milan di Babak Pertama

Gattuso Kecewa dengan Performa Milan di Babak Pertama

ligabolaitalia.com – Kemenangan AC Milan atas Empoli di lanjutkan di Liga Italia, tapi performa di babak pertama sempat mengecewakan Gattuso.

Dalam pertandingan di San Siro, Sabtu (23/2/2019) dinihari WIB, Milan menang dengan skor akhir 3-0. Dalam laga itu, Krzysztof Piatek, Franck Kessie, dan Samu Castillejo menjadi penentu kemenangan.

Baca juga : Krzysztof Piatek Dinilai Belum Maksimal

Semua gol itu tercipta pada babak kedua. Milan minim tekanan pada babak pertama dengan hanya melepaskan 4 percobaan, cuma satu yang mencapai sasaran dalam data yang dilansir oleh ESPN FC.

Secara keseluruhan, Milan melepaskan sebanyak 11 tembakan, ada tujuh yang mencapai bidang dalam 90 menit pertandingan. Oleh karena itu, pantas kalau Gattusso tak puas dengan performa babak pertama I Diavolo Rosso.

“Saya tak suka performa di babak pertama, karena kami hanya memutar-mutar bola tanpa dampak, kami cuma menggelitik buat Empili alih-alih menyakiti mereka. Saya sangat marah karena kami nyaris dihukum saat serangan balik dengan kedua fullback meninggalkan posisi dan itu seharusnya tak terjadi,” kata Gattuso di Football Italia.

“Kami melakukan pergerakan yang jauh lebih baik pasca jeda dan semua hal membaik.”

“Kami harus bisa mendapatkan dukungan para suporter dan cara meraihnya dengan berjuang memenangi semua perebutan bol. Masih ada 13 laga lagi, kami harus menjalaninya satu-satu,” dia menambahkan.

Krzysztof Piatek Dinilai Belum Maksimal

Krzysztof Piatek Dinilai Belum Maksimal

ligabolaitalia.com – Pemain Ac Milan Krzysztof Piatek menunjukan penampilan yang bagus, meski demikian, dia dianggap masih bisa lebih baik lagi.

Piatek menjadi sensasi di Liga Italia musim ini. Genoa klub pertama yang memboyongnya dari klub Polandia, Cracovia. Dalam 19 pertandingan bersama Il Grifone, penyerang 23 tahun itu membukukan 13 gol.

Ketajaman Piatek itu yang membuat Milan rela melepas Gonzalo Higuain ke Chelsea. Keputusan tim asal kota mode itu membuahkan hasil manis. Piatek membukukan tujuh gol dalam enam pertandingan pertama dengan seragam Merah-Hitam.

Eks pemain timnas Polandia, Zbigniew Boniek, menilai bahwa Piatek memang mempunyai kemampuan yang bagus saat berada di kotak penalti lawan.

Baca juga : Liga Italia: Inter Ditahan Fiorentina 3-3

“Dia pandai, luar biasa. Dia mempunyai kualitas sangat tinggi, teknik, intelejensia taktikal. Dia sangat bagus dengan kepala dan kakinya, dia sangat bagus di area penalti tapi masih bisa jauh lebih baik lagi,” kata Boniek di Calciomercarto.

“Dia sudah bermain di Italia beberapa waktu dan menghadapi iklim yang berbeda, kehidupan yang berbeda. Saya melihat dia lebih berkonsentrasi, saya senang untuk dirinya dan pemain kami,” dia menambahkan

Liga Italia: Inter Ditahan Fiorentina 3-3

Liga Italia Inter Ditahan Fiorentina 3-3

ligabolaitalia.com – Inter Milan yang sempat unggul dua gol di pertandingan menghadapi Fiorentina di pekan-25 Liga Italia. keduanya di tahan 3-3.

Dimenit pertama gawang Inter Milan sudah kebobolan Fiorentina langsung memimpin 1-0.

Serangan pertama Fiorentina langsung berbuah gol. Berawal dari umpan tarik di sisi kanan, bola bisa disontek Giovanni Simeone. Stefan De Vrij yang mengawalnya, gagal menghalaunya sehingga bola membentur kakinya dan masuk ke gawang Samir Handanovic.

Gol itu tak mengendurkan semangat Inter. Di menit keenam, Inter langsung membalas lewat aksi Matias Vecino. Umpan Radja Nainggolan ke kotak penalti bisa diselesaikan dengan baik oleh Vecino, dan mengubah skor menjadi 1-1.

Skor yang kembali imbang membuat laga berjalan ketat. Di menit ke-29, Fiorentina sempat menebar ancaman lewat Gerson, namun sepakannya masih melebar dari gawang Inter.

Pada menit ke-36, percobaan gantian dilakukan Inter. Kali ini lewat sepakan on target Marcelo Brozovic, namun upayanya cuma menghasilkan tendangan penjuru.

Pada menit ke-40, Inter akhirnya berbalik unggul. Lewat sebuah serangan, sepakan kaki kiri Matteo Politano dari luar kotak penalti mengirim bola bersarang ke pojok kanan gawang Fiorentina. Inter memimpin 2-1 saat jeda.

Di babak kedua, Inter mampu menjauhkan keunggulan pada menit ke-52. Edimilson Fernandes terbukti handball di kotak penalti setelah dicek lewat VAR. Ivan Perisic yang menjadi eksekutor, tak membuang kesempatan itu untuk mengubah skor menjadi 3-1. Sepakannya ke pojok kanan bawah tak mampu dibendung Lafont.

Kian tertinggal membuat Fiorentina meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-66, Gerson kembali mengancam, namun sepakannya belum menemui sasaran.

Upaya Fiorentina membuahkan hasil di menit ke-73. Sebuah tendangan bebas dilepaskan Luis Muriel dari luar kotak penalti, dan membuat bola mengarah ke pojok kanan atas gawang Inter tanpa bisa dijangkau Handanovic. Gol. Fiorentina memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.

Tuan rumah kian bersemangat. Tekanannya akhirnya memaksa Inter membuat kesalahan. Saat laga diberi perpanjangan waktu 7 menit, drama terjadi.

Baca juga : Liga Italia: Napoli Vs Parma 4-0

Bek Inter, Danilo D’Ambrosio dianggap melakukan handball. Setelah dicek lewat VAR, bola sedianya terlihat mengenai dada D’Ambrosio, namun wasit Rosario Abisso, tetap pada keputusannya menganggap handball.

Jordan Veretout pun menjadi eksekutor penaltinya, dan sukses menaklukkan Handanovic di menit ke-101. Skor 3-3 mengakhiri pertandingan, Inter ditahan imbang Fiorentina.

Tambahan satu poin membuat Inter masih berada di peringkat tiga dengan 47 poin dari 25 laga, terpaut 22 angka dari Juventus. Sementara Fiorentina masih di peringkat sembilan dengan 36 poin.

Susunan Pemain

Fiorentina: Lafont, Laurini (Dabo 79′), Ceccherini, Hugo, Biraghi, Benassi (Pjaca 58′), Edimilson, Veretout, Chiesa, Gerson, Simeone (Muriel 58′)

Inter Milan: Handanovic, Dalbert (Asamoah 62′), Skriniar, De Vrij, D’Ambrosio, Brozovic, Vecino, Perisic, Nainggolan (Valero 90′), Politano (Candreva 77′), Lautaro
(yna/din)

Liga Italia: Napoli Vs Parma 4-0

Liga Italia: Napoli Vs Parma 4-0

ligabolaitalia.com – Napoli Mengalahkan Parma dengan telak di kompetisi Liga Italia , Tim Napoli menang 4-0.

Pertandingan di Stadion Ennio Tardini pada hari senin 25-feb-2019,Napoli tampil mendominasi atas Parma. Tercatat, Napoli menguasai bola 66% dan melepaskan 14 shot, dengan lima yang on target.

Di babak pertama, Napoli langsung unggul 2-0. Usai Piotr Zielinski membawa tim nya unggul 1-0 pada menit ke-19, Arek Milik menggandakan skor pada menit ke-36. Skor bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Napoli masih tampil dominan atas Parma. Dua gol tambahan bisa dilesakkan anak asuh Carlo Ancelotti.

Milik mencetak gol keduanya pada menit ke-73, disusul Adam Ounas yang memastikan Napoli menang 4-0 di menit ke-82. Skor bertahan hingga laga tuntas.

Hasil ini membuat Napoli masih berada di peringkat dua dengan raihan 56 poin dari 25 laga, terpaut 13 angka dari juventus yang masih kukuh di puncak klasemen. Sementara Parma tertahan di peringkat 12 dengan 29 poin.

Baca juga : Keputusan Daniele Rugani Mengenai Masa Depan

Susunan Pemain

Parma: Sepe, Iacoponi, Alves, Gagliolo, Gobbi, Pepin (Silligardi 53′), Rigoni, Kucka, Gervinho (Schiappacasse 78′), Biabiany (Gazzola 83′), Inglese

Napoli: Meret, Hysaj, Koulibaly, Maksimovic (Luperto 46′), Malcuit, Zielinski (Verdi 75′), Fabian, Allan, Callejon, Milik (Ounas 80′), Mertens
(yna/cas)