Conte Kembalikan Indentitas Inter Milan

Conte Kembalikan Indentitas Inter Milan

ligabolaitalia.com pelatih kondang Antonio Contes sukses kembalikan predikat Inter Milan sebagai Klub yang Hebat Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Conte Kembalikan Indentitas Inter Milan Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Conte Kembalikan Indentitas Inter Milan

Legenda Inter Milan, Sandro Mazzola terkesan dengan kinerja Antonio Conte di kursi pelatih I Nerazzurri. Menurutnya, Conte sudah memberikan mental yang bagus dan identitas kepada Inter Milan.

Conte dipercaya untuk menjadi pelatih baru Inter Milan pada awal musim. Nerrazurri juga berhasil mendatangkan sejumlah pemain seperti Romelu Lukaku, Alexis Sanchez dan juga Diego Godin.

Alhasil, Inter Milan menjadi tim yang sangat kuat musim ini. Saat ini Inter bersaing ketat dengan Juventus di puncak klasemen. Lautaro Martinez dan kolega saat ini menghuni peringkat kedua di klasemen sementara Serie A. Mereka hanya terpaut tiga poin saja dari Juventus.

Mazzola pun tak ragu melontarkan pujian kepada Conte. Menurutnya, La Beneamata saat ini telah mengalami peningkatan yang signifikan di bawah tangan dinginnya.

“Conte telah memberikan mental yang bagus untuk tim ini. Dia telah memberikan jiwanya kepada Inter Milan dan memberikan identitas pada Inter,” kata Mazzola kepada CalcioMercatoWeb.it.

Mazzola lantas diminta untuk memprediksi perebutan Scudetto pada musim ini. Akan tetapi Mazzola mengaku hal itu adalah hal yang sulit.”Pertarungan Scudetto sulit diprediksi, sisanya akan terlihat setelah Derby,” lanjutnya.

Inter Milan berhasil mendatangkan sejumlah pemain baru termasuk Christian Eriksen pada bursa transfer Januari. Mazzola yakin mereka bisa memberikan kontribusi yang positif kepada Inter.

“Saya yakin pemain baru akan membuat tanda, tetapi masih terlalu dini untuk menilai dampaknya. Saya sangat menyukai Eriksen dan saya pikir dia adalah salah satu pemain yang bisa membantu Nerazzurri.”

Pelatih Inter Milan Antonio Conte, menyebut timnya wajib meraih tiga poin saat bersua AC Milan pada laga pekan ke-23 Serie A. Namun untuk bisa mengalahkan Milan, Conte meminta Inter agar tampil kompak.

Dalam laga Derby della Madonnina edisi ke-296, I Nerazzurri akan bertindak sebagai tuan rumah. Inter bakal menjamu Milan di Giuseppe Meazza, Minggu (9/2/2020) malam waktu setempat.Melakoni duel ini, Inter Milan diunggulkan memetik tiga poin. Pasalnya, Il Biscione berhasil meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir kontra I Rossoneri.

Pada pertemuan sebelumnya, Inter meraih kemenangan 2-0 atas AC Milan dalam laga pekan keempat Serie A di San Siro, 23 September 2019. Sepasang gol Inter Milan disarangkan Marcelo Brozovic pada menit ke-49 dan Romelu Lukaku menit ke-78.

Andai mampu mengalahkan Milan, Inter bakal memperpanjang tren positif di Serie A. Saat ini, I Nerazzurri berhasil meraih sembilan kemenangan dan enam hasil imbang, dari 15 pertandingan terakhir di liga.

Baca Juga : Hal – Hal Yang Harus Kamu Perhatikan Agar Menang Judi IDN Poker

Torehan tersebut membuat Inter Milan berada di peringkat kedua klasemen sementara Serie A dengan nilai 51. Mereka tertinggal tiga poin dari Juventus di posisi teratas.

Meski begitu, Antonio Conte mengingatkan anak asuhnya untuk tak jemawa. Conte menyebut Inter Milan harus tampil kompak jika ingin mengalahkan AC Milan.

“Pada level pribadi, setiap pertandingan menimbulkan emosi yang kuat dalam diri saya. Kami fokus pada kenyataan bahwa kami akan memainkan pertandingan yang bernilai tiga poin,” ujar Conte.

“Namun, ini adalah duel derbi, dan ini menjadikan segalanya bertambah sulit karena terdapat motivasi tambahan untuk menang. Bagi saya, ini tentang pertandingan di mana poin dipertaruhkan. Penting bagi kami untuk mendapatkan hasil yang positif, dan ini juga berlaku bagi Milan,” lanjutnya.

“Kerja sama tim akan memenangkan derbi, bukan permainan perorangan. Tim perlu memberikan yang terbaik dalam mengeluarkan kemampuan-kemampuan individu,” tutur eks manajer Chelsea itu.

Victor Moses Reuni Akbar Di Intermilan

Victor Moses Reuni Akbar Di Intermilan

ligabolaitalia.com Victor Moses harus bertemu kembali dengan kawan lamanya Antonio Conte di Intermilan. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Victor Moses Reuni Akbar Di Intermilan. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Victor Moses Reuni Akbar Di Intermilan

Inter Milan mengumumkan peresmian kedatangan Victor Moses dengan status pinjaman dari klub Inggris, Chelsea.Winger Nigeria berusia 29 tahun itu bisa dimiliki secara permanen oleh Inter Milan dengan tebusan senilai 12 juta euro.Moses sebenarnya sudah meneken kontrak dengan Inter dua hari sebelumnya.Namun, deal baru terlaksana karena menunggu pengesahan dokumen dari klub terakhir yang dia bela, Fenerbahce.

Chelsea meminjamkan Moses ke Fenerbahce sejak Januari 2019 dan dia harus mengurus masalah pembatalan kontrak dengan klub Turki itu untuk bergabung dengan Inter.Moses sendiri memperkuat Fenerbahce dalam 23 pertandingan dalam setahun terakhir ini.Kedatangan Moses pun mewujudkan reuni antara dirinya dengan pelatih Antonio Conte di Inter Milan.

Baca Juga : Mantan Rekan Seklum Ibrahim Pensi

Pemain kelahiran 12 Desember 1990 itu termasuk komponen kunci kesuksesan Conte saat menjuarai Liga Inggris 2016-2017 bersama Chelsea.Di Inter, Moses akan mengenakan kostum bernomor punggung 11.Dia menyusul alumni lain dari Premier League, Ashley Young, yang didatangkan dari Manchester United pada bursa transfer Januari ini.Kini aroma Premier League semakin pekat di skuad Inter setelah Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez lebih dulu direkrut pada musim panas lalu.

Pemain Inter Yang Bisa Tundukkan Juventus

Pemain Inter Yang Bisa Tundukkan Juventus

ligabolaitalia.com Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai Pemain Inter Yang Bisa Tundukkan Juventus. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Pemain Inter Yang Bisa Tundukkan Juventus

Langkah Juventus di pentas Serie A tertahan pada laga pekan ke-15 kontra Lazio pada Minggu (8/12/2019). La Vecchia Signora dikalahkan Lazio dengan skor 1-3.Hingga pekan ke-15, catatan Juventus lebih buruk daripada Inter Milan. Sejauh ini, Nerazzurri baru menelan satu kali kekalahan, yaitu kontra Juventus.Sebanyak 12 laga berhasil dimenangi Inter Milan dan dua pertandingan lain berkesudahan imbang. Adapun Juventus juga baru satu kali kalah, menang 11 kali, dan tiga kali seri.

Catatan tersebut membuat Inter Milan kukuh di puncak klasemen dengan raihan 38 poin alias beda dua poin saja dari Juventus yang duduk di peringkat kedua.Hasil itu tentu membawa kekecewaan bagi sejumlah suporter. Fans dikabarkan cukup khawatir dengan performa klub kesayangannya itu.Bahkan, beberapa suporter mulai meragukan sentuhan ajaib Maurizio Sarri di Turin. Football Italia pernah menulis, suporter menghendaki agar manajemen mencari pelatih yang lebih kredibel untuk menangani Bianconerri.Bukan hanya Maurizio Sarri, Cristiano Ronaldo juga menjadi sosok yang cukup banyak mendapat kritikan. Sejumlah pengamat menyebut performa Ronaldo di Juventus tak segemilang ketika merumput bersama Real Madrid.

Namun performa menurun yang diperlihatkan Juventus tak serta merta kesalahan Ronaldo. Melansir dari Calciomercato, setidaknya ada empat pemain yang membuat performa Juventus tidak konsisten belakangan ini.Siapakah pemain tersebut? Berikut ini rangkumannya untuk Anda

1. Giorgio Chiellini
Bek senior Juventus, Giorgio Chiellini, tengah dibekap cedera panjang. Chiellini mengalami cedera anterior cruciate ligament atau yang biasa disingkat ACL.Cedera tersebut membuat bek andalan Juventus itu harus istirahat cukup lama. Perannya sebagai kapten di lapangan kini diemban oleh Leonardo Bonucci. Absennya Chiellini tersebut yang diyakini membuat penampilan Juventus tak segarang musim lalu.Sementara posisi yang ditinggalkan cukup sering diisi oleh rekrutan anyar dari Ajax Amsterdam, Matthijs De Ligt. Meski demikian, De Ligt belum mampu menunjukkan performa terbaiknya di Juventus.

2. Sami Khedira
Sama seperti kasus yang menimpa Giorgio Chiellini, Sami Khedira juga dihantam cedera lutut. Gelandang Juventus itu bahkan harus menjalani istirahat panjang selama tiga bulan.Tampaknya Maurizio Sarri hanya ingin menggunakan pemain yang memiliki skill yang mirip dengan Khedira. Itulah mengapa Sarri berniat mencari pemain pengganti.Sarri bahkan sudah menyodorkan tiga nama yang dianggap memiliki skill dan berposisi sama seperti Khedira. Mereka adalah Ivan Rakitic, Sandro Tonali dan Leandro Paredes.Keputusan Sarri tersebut dianggap buang-buang waktu. Juventus memiliki pemain yang karakter bermainnya hampir mirip dengan Khedira, yakni Emre Can.Sayang, Can tak mendapat tempat di skuat racikan pelatih asal Italia tersebut. Absennya Sami Khedira disebut menjadi salah satu faktor yang membuat Juventus tampil tak meyakinkan musim ini.

Baca Juga : Pioli Jadi Momok Untuk Suso

3. Mario Mandzukic
Mario Mandzukic juga menjadi pemain yang bisa membuat gelar Juventus sebagai juara Serie A direbut Inter Milan musim ini. Mario Mandzukic disebut menjadi sosok yang cukup penting di lini depan Nyonya Tua.Sayang, kehadiran Cristiano Ronaldo membuat Sarri harus memilih satu di antara beberapa pilihan. Mandzukic kalah saing dengan megabintang Juventus tersebut.Ia jarang dimainkan. Padahal, Mario Mandzukic merupakan pemain andalan Juventus di era Massimiliano Allegri. Atas sumbangsihnya, Allegri bahkan enggan mencoret namanya dari daftar starting XI dalam setiap pertandingan.

4. Federico Bernardeschi
Keputusan Maurizio Sarri untuk memasukkan nama Federico Bernardeschi disebut salah kaprah. Winger berusia 25 tahun itu dianggap tak bisa bekerja sama dengan Cristino Ronaldo di lini depan.Federico Bernardeschi sudah menjadi polemik panjang di Juventus. Tanpa Aaron Ramsey, winger tersebut mengemban tanggung jawab untuk menjadi pelapis di belakang penyerang utama.Atas performanya yang kurang konsisten itu, Maurizio Sarri kerap tak memberikan waktu bermain penuh untuk Federico Bernardeschi. Misalnya saat bersua Lazio, Bernardeschi hanya diberi waktu hingga menit ke-70 sebelum akhirnya digantikan Danilo.

Pioli Jadi Momok Untuk Suso

Pioli Jadi Momok Untuk Suso

ligabolaitalia.com Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Pioli Jadi Momok Untuk Suso. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Pioli Jadi Momok Untuk Suso

Giampaolo ditunjuk sebagai pelatih Milan mulai awal musim 2019/2020. Mantan pelatih Sampdoria itu menggantikan Gennaro Gattuso yang pisah jalan usai Milan finis di luar zona Liga Champions musim lalu.Namun Giampaolo dipecat setelah gagal memberikan hasil positif setelah tujuh pertandingan di Liga Italia. Posisinya kini digantikan oleh Pioli.”Yang membuat saya marah adalah saya tidak melihat sebuah tim. Bersama Pioli, semua berbeda, dia mengingatkan saya kepada Gattuso,” ujar Suso kepada Sky Sport Italia.

“Dia suka bicara, dia bertanya kepada kami apa yang kami pikirkan atau kami rasakan. Dalam sepakbola modern, aspek mental sangat penting.”Suso mengaku punya hubungan baik dengan Gattuso. Pesepakbola 26 tahun itu pun masih menjalin komunikasi dengan Gattuso.”Saya menontonnya di TV saat masih kecil. Itu adalah Milan yang penuh pemain juara,” ucap Suso.

“Ketika saya tiba, kami langsung lebih kuat. Kami punya hubungan yang bagus dan sekarang kami bahkan masih menjalin kontak. Dia bicara langsung di hadapan Anda. Tak peduli baik atau buruk,” katanya.Sandro Tonali begitu emosional bisa menjalani debut bersama Italia. Ia mengungkapkan bahwa gaya mainnya adalah gabungan dari Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso.

Baca Juga :Pioli Jadi Momok Untuk Suso

Tonali mencatatkan debut bersama Italia saat berhadapan dengan Liechtenstein pada pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2020, Rabu (16/10/2019). Dalam laga yang dihelat di Rheinpark ini, ia masuk ke lapangan pada menit ke-74 menggantikan Federico Bernadeschi.Saat pemain 19 tahun ini masuk, Italia yang sedang unggul 2-0 mampu mencetak tiga tambahan lagi. Gli Azzurri memastikan menutup laga ini dengan kemenangan 5-0.

Inter Milan Dekati Rekor Langka Musim 1966/1967

Inter Milan Dekati Rekor Langka Musim 1966/1967

Ligabolaitalia.com – Inter Milan saat ini sedang berada dalam fase yang langka. Enam laga awal Serie A dimenangkan secara beruntun. Catatan ini mendekati apa yang diraih pada musim 1966/1967. Inter Milan menang atas Sampdoria pada pekan ke-7 Serie A 2019/2020. Inter menang dengan skor 3-1 pada laga di Luigi Ferraris, Sabtu (29/9/2019) malam WIB kemarin.

Tiga gol Inter Milan dicetak oleh Stefano Sensi, Alexis Sanchez dan Roberto Gagliardini. Sampdoria sempat memiliki asa melalui gol yang dicetak oleh Jakub Jankto. Kemenangan atas Sampdoria membuat Inter Milan tetap berada di puncak klasemen Serie A pekan ke-7. Dengan meraih 18 poin, Inter Milan unggul dua poin dari Juventus yang ada di bawahnya.

Antonio Conte Dekati Rekor Pelatih Legendaris
Dalam sejarah Inter Milan, ada satu sosok pelatih yang namanya begitu termasyhur yakni Helenio Herrera. Dia punya catatan dengan tinta emas dalam buku sejarah Inter Milan. Salah satunya yang pada musim 1966/1967 silam.

Pada musim 1966/1967, Helenio Herrera membawa Inter Milan meraih tujuh kemenangan beruntun di Serie A, terhitung sejak laga perdana. Saat itu, Inter mengalahkan Foggia, Vicenza, Atalanta, SPAL, Lecco, Brescia dan Torino.

Baca Juga : Kabar Juventus Menanti Kabar Terbaru Soal Kondisi Maurizio Sarri

Catatan tersebut kini didekati oleh Antonio Conte. Mantan pelatih Juventus tersebut baru saja meraih kemenangan atas Lecce, Cagliari, Udinese, Milan, Lazio dan Sampdoria.

Namun, rekor manis Helenio Herrera pada musim 1966/1967 menyisakan catatan getir bagi fans Inter. Sebab, pada musim tersebut, Inter Milan tidak mampu merasih scudetto. Juventus lah yang berjaya pada musim tersebut.

Conte Fokus Menatap Laga Melawan Barcelona
Antonio Conte sendiri tidak ingin anak asuhnya dilanda euforia pasca menang atas Sampdoria. Sebab, sudah ada laga berat yang menanti Inter Milan. Samir Handanovic dan kolega bakal bersua Barcelona tengah pekan depan.

“Sekarang kita harus menekan tombol reset, fokus menuju kepada Barcelona di Camp Nou, sebuah pertandingan yang tentu saja tidak akan kekurangan motivasi,” ucap Conte.

Bukan hanya Barcelona, Inter Milan juga sudah ditunggu laga berat lainnya. Setelah berjumpa Barca di Liga Champions, Inter juga bakal berjumpa Juventus pada pekan ke-8 Serie A 2019/2020.

Antonio Conte Bahas Transfer Musim Panas Inter Pekan Depan

Antonio Conte Bahas Transfer Musim Panas Inter Pekan Depan

Ligabolaitalia.com – Antonio Conte diperkirakan akan bertemu dengan hirarki Inter Milan pekan depan, untuk membahas transfer musim panas Nerazzurri.

Mantan pelatih Chelsea dikabarkan tidak senang dengan manuver yang dilakukan Inter di bursa transfer musim panas ini. Bahkan Conte sempat diberitakan berang dengan lambatnya aksi klub barunya itu dalam datangkan pemain baru yang dibutuhkannya.

“Tidak ada gunanya menyangkal fakta, kalau kita sedang mengalami kesulitan,” tandas Conte.

“Masih ada masalah yang cukup besar terjaut pemain yang masuk dan keluar, tetapi terutama pada para pemain yang seharusnya pergi,” tegasnya.

Conte: Inter Sudah Terlambat!

Bahkan Conte mengatakan, Inter sudah cukup terlambat dalam bergerilya di bursa transfer saat ini. “Jika Anda meminta saya untuk berkata jujur, saya katakan kita sudah cukup terlambat dari jadwal untuk mencari pemain di berbagai lini. Kita harus bergerak,” ujar Antonio Conte.

“Kami sudah sangat jelas dalam mempersiapkan rencana untuk datangkan para pemain yang kami harapkan mereka datang, dan juga pemain keluar. Tapi kami sangat terlambat, terutama karena tidak ada yang benar-benar pergi,” ungkapnya.

Baca Juga : Dries Mertens Tak Sabar Lawan Incaran Inter Milan

Sebagai solusinya, Antonio Conte mengaku sudah meminta pihak manajemen Inter untuk mempercepat segala sesuatunya. Mantan pelatih Timnas Italia dan Juventus berusia 49 tahun itu juga sadar betul, banyak hal yang harus diselesaikan musim panas itu, dan pastinya hal itu akan jadi perjuangan berat skuadnya.

Kini, laporan Gazzetta dello Sport yang dilansir Football Italia menyebutkan, akan ada pertemuan di Nanjing pada Senin pekan depan antara Conte, presiden klub Steven Zhang, manajer umum Beppe Marotta dan direktur olahraga, Piero Ausilio. Mereka rencananya akan membahas pasar transfer, tak terkecuali penjualan Radja Nainggolan dan Mauro Icardi, serta potensi kedatangan Romelu Lukaku.

Berusaha Buang Radja Nainggolan ke Old Trafford

Inter sebelumnya tawarkan 10 juta Poundsterling atau sekitar 179 miliar Rupiah plus Radja Nainggolan untuk dapatkan gelandang Manchester United, Nemanja Matic.

Matic disebut-sebut terbuka untuk pindah ke Italia, walaupun dia bakal senang tinggal di Manchester jika pelatih Ole Gunnar Solskjaer meyakinkannya untuk tinggal dan jadi bagian dari rencana United musim depan.

Matic memasuki musim ketiganya di Old Trafford setelah ia kepindahan dari Chelsea pada 2017 lalu. Musim panas ini, Matic diperkirakan akan lanjutkan aktivitasnya dengan tur pramusim bersama Setan Merah.

Sedangkan Nainggolan, merupakan pemain internasional Belgia yang kini telah berusia 31 tahun, tak berbeda dengan Matic yang juga akan berulang tahun ke-31. Mantan gelandang AS Roma itu telah memainkan 29 pertandingan Serie A bersama Inter Milan tahun lalu. Dia mencetak enam gol dan tiga assist.

Masa Depan Icardi? Ini Jawaban Bos Inter Milan

Masa Depan Icardi Ini Jawaban Bos Inter Milan

ligabolaitalia.com – Masa Depan Icardi? Ini Jawaban Bos Inter Milan, Bos Inter Milan, Giuseppe Marotta belum mau membicarakan rumor yang beredar soal masa depan Mauro Icardi. Dia hanya ingin menegaskan bahwa tidak ada satu pun pemain yang lebih besar dari klub.

Masalah Icardi ini sudah membikin kondisi skuat Inter tidak kondusif dalam beberapa pekan terakhir. Icardi sempat mogok bermain pasca ban kaptennya dicopot, dan pada saat itu Inter sering menelan kekalahan.

Baca juga : Jawaban Bos Inter Milan Soal Masa Depan Icardi?

Icardi akhirnya kembali bermain pada laga kontra Genoa pekan lalu. Dia mencetak satu gol yang membantu Inter meraih kemenangan telak 4-0. Saat itu, tampaknya tidak ada yang berubah dalam diri Icardi dan Inter.

Masa Depan Icardi
Konflik Icardi dengan pihak klub ini menimbulkan rumor bahwa dia bakal segera dilepas Inter. Kabarnya, beberapa klub sudah berusaha mendekati Icardi, seperti Real Madrid dan klub-klub Premier League.

Meski demikian, Marotta tidak mau membahas hal itu. Dia menegaskan saat ini Icardi masih pemain Inter dan sebab itu Icardi harus memberikan permainan terbaiknya. Akan ada waktunya bicara soal masa depan, kesalahan Icardi masih bisa dimaafkan.

“Dia [Icardi] adalah pemain Inter dan dia harus bermain sebaik mungkin, jadi marilah bicara soal saat ini. Akan ada waktunya mempertimbangkan masa depan,” kata Marotta di tribalfootball.

“Dia masih 26 tahun, jadi dia masih harus berkembang. Saya tahu saya sudah pernah membuat banyak kesalahan dalam karier saya yang tidak akan saya ingat lagi, sebab dengan itu sekarang saya punya pengalaman, jadi pemain juga sama.”

Mendukung Pemain
Ucapan Marotta ini tampaknya sesuai dengan isi hati fans Inter. Saat pemanasan jelang laga kontra Atalanta (0-0) akhir pekan lalu, Icardi tetap disambut dukungan yang sama oleh fans. Tidak ada perbedaan apa pun meski dia sempat membangkang.

“Saya tidak mengharapkan perbedaan apa pun dari fans, sebab orang-orang tahu klub yang paling utama, warna Nerazzurri, dan kami harus bersatu melakukan yang terbaik untuk Inter,” tandasnya.

Di sisi lain, masalah Icardi ini bisa membuat harga jualnya turun. Klub-klub yang tertarik juga bisa mundur jika Icardi tidak mau berubah.

Jawaban Bos Inter Milan Soal Masa Depan Icardi?

Jawaban Bos Inter Milan Soal Masa Depan Icardi

ligabolaitalia.com – Jawaban Bos Inter Milan Soal Masa Depan Icardi?, Bos Inter Milan, Giuseppe Marotta belum mau membicarakan rumor yang beredar soal masa depan Mauro Icardi. Dia hanya ingin menegaskan bahwa tidak ada satu pun pemain yang lebih besar dari klub.

Masalah Icardi ini sudah membikin kondisi skuat Inter tidak kondusif dalam beberapa pekan terakhir. Icardi sempat mogok bermain pasca ban kaptennya dicopot, dan pada saat itu Inter sering menelan kekalahan.

Baca juga : Pochettino Digoda AC Milan dengan Dana Rp 5,5 Triliun

Icardi akhirnya kembali bermain pada laga kontra Genoa pekan lalu. Dia mencetak satu gol yang membantu Inter meraih kemenangan telak 4-0. Saat itu, tampaknya tidak ada yang berubah dalam diri Icardi dan Inter.

Masa Depan Icardi
Konflik Icardi dengan pihak klub ini menimbulkan rumor bahwa dia bakal segera dilepas Inter. Kabarnya, beberapa klub sudah berusaha mendekati Icardi, seperti Real Madrid dan klub-klub Premier League.

Meski demikian, Marotta tidak mau membahas hal itu. Dia menegaskan saat ini Icardi masih pemain Inter dan sebab itu Icardi harus memberikan permainan terbaiknya. Akan ada waktunya bicara soal masa depan, kesalahan Icardi masih bisa dimaafkan.

“Dia [Icardi] adalah pemain Inter dan dia harus bermain sebaik mungkin, jadi marilah bicara soal saat ini. Akan ada waktunya mempertimbangkan masa depan,” kata Marotta di tribalfootball.

“Dia masih 26 tahun, jadi dia masih harus berkembang. Saya tahu saya sudah pernah membuat banyak kesalahan dalam karier saya yang tidak akan saya ingat lagi, sebab dengan itu sekarang saya punya pengalaman, jadi pemain juga sama.”

Mendukung Pemain
Ucapan Marotta ini tampaknya sesuai dengan isi hati fans Inter. Saat pemanasan jelang laga kontra Atalanta (0-0) akhir pekan lalu, Icardi tetap disambut dukungan yang sama oleh fans. Tidak ada perbedaan apa pun meski dia sempat membangkang.

“Saya tidak mengharapkan perbedaan apa pun dari fans, sebab orang-orang tahu klub yang paling utama, warna Nerazzurri, dan kami harus bersatu melakukan yang terbaik untuk Inter,” tandasnya.

Di sisi lain, masalah Icardi ini bisa membuat harga jualnya turun. Klub-klub yang tertarik juga bisa mundur jika Icardi tidak mau berubah.

Icardi Pulih Dari Cedera

Icardi Pulih Dari Cedera

Ligabolaitalia.com – Sejak melepas ban dari kaptennya pada pertengahan Februari, Icardi belum muncul bersama Inter. Tampaknya masalah Nerazzurri dengan Icardi memanas.

Mauro Icardi juga belum terlihat di tim Inter Milan. Meski menurut pelatih Luciano Spalletti, Icardi diizinkan bermain.

Namun ada juga kabar bahwa striker Argentina itu memiliki masalah lutut, sehingga ia tidak bisa bermain. Tetapi pernyataan terakhir Spalletti bisa membuat situasi lebih sulit.

Setelah hasil imbang melawan Eintracht Frankfurt 0-0 di leg pertama 16 besar Liga Europa, Jumat (8/3/2019) dinihari WIB kemarin, Spalletti menyebut Icardi sebenarnya sudah pulih dan diizinkan bermain oleh tim dokter.

Baca juga : Seputar Ronaldo Yang Harus Istirahat di Akhir Pekan

Tapi, Icardi diklaim belum mau bermain karena masih merasakan sakit di lututnya. Apakah sakit beneran atau memang Icardi tak mau bermain lagi sebelum masalah kontraknya selesai?

“Faktanya adalah kami sudah bertanya kepada Mauro apakah dia sudah merasa bisa kembali berlatih,” ujar Spalletti yang dilansir Football Italia.

“Menurut dokter, periode pemulihan cedera Icardi sudah berakhir. Tapi sang pemain menjawab: Tidak, saya masih merasakan sakit. Saya akan bilang jika sudah siap bermain,” sambungnya.

“Saya mengetahui apa yang dia bilang dan langsung pulang ke rumah. Direktur (Beppe Marotta) akan mengatakan sisanya kepada Anda,” demikian Spalletti.