Cara Menghitung Kemenangan Judi Bola Mix Parlay

Cara Menghitung Kemenangan Judi Bola Mix Parlay – Jumlah bayaran dari kemenangan Mix Parlay dapat dihitung dengan mengalikan semua odds pertandingan dan dikali jumlah taruhan anda. pada Situs Judi Bola Online Terpercaya Sebenarnya anda tidak perlu pusing-pusing untuk mengalikan secara manual. Karena masing-masing odds sudah dihitung secara otomatis oleh program.

Tapi untuk sekedar pengetahuan, tidak ada salahnya untuk mempelajari sistem perhitungannya. Berikut kita ambil contoh pasangan mix parlay:

Setelah anda memasang taruhan, maka akan tampil gambar seperti diatas. Perhatikan kolom sebelah kiri. disitu tertulis @8.031. Nilai tersebut adalah nilai bayaran (khei) yang nantinya dikalikan dengan jumlah taruhan anda. Nilai itu didapatkan dari perkalian masing-masing odds pertandingan yang anda pilih.

Misalkan anda memasang taruhan sebesar 100 ribu. Untuk menghitung kemenangannya rumusnya adalah:

jumlah taruhan x (total odds – 1) = kemenangan mix parlay
100 x (8.031-1)
=703.1 (Kemenangan sebesar Rp 703.100)

Kenapa khei nya harus dikurang 1?

Itu sudah ketentuan. Pengurangan tersebut adalah komisi bandar selaku penyedia layanan taruhan.

Selain itu ada beberapa ketentuan lagi yang perlu anda pahami.

Ketentuan perhitungan kemenangan mix parlay

  • Jumlah seluruh odds harus dikurang 1.
  • Jika ada partai yang seri (draw), maka khei yang dikalikan adalah tim yang menang saja.
  • Jika ada partai yang menang setngah (1/2), maka odds pertandingan akan dikurang 1 lalu dibagi 2 dan ditambah 1.
  • Jika ada pertandingan yang kalah setengah (1/2), maka odds, maka khei yang dihitung  hanya tim yang menang saja lalu dibagi 2.
  • Dan apabila ada satu saja partai yang kalah, maka semuanya kalah.

Perhitungan mix parlay jika 1 pertandingan seri (draw)

Pada contoh gambar diatas, misalkan anda memasang 4 partai. Namun salah satunya berakhir seri (draw) pada pertandingan Cote d Ivoire vs Japan.

Seperti ketentuan diatas, maka khei yang dihitung adalah dari partai yang menang FULL saja. Apabila anda menang semua, maka kheinya adalah 15.934. Namun karena satu seri dan yang menang hanya 3 partai, maka perhitungannya adalah:

  • Columbia vs Greece : 2.01 (menang full)
  • Uruguay vs Costa Rica : 1.89 (menang full)
  • Italy vs England : 1.96 (menang full)

Total kheinya adalah 2.01 x 1.89 x 1.96 = 7.455. Jika jumlah taruhan anda adalah 100 rb maka kembali ke rumus awal.

100 x (7.455-1) = 322.29 (total kemenangan anda adalah Rp 322.290 rupiah)

Itu kalau 1 seri, mungkin kalau menang full anda bisa mendapatkan Rp 1.593.300. Cukup banyak ya selisih nya antara Rp 1.593.300 ke Rp 322.290,-

Perhitungan mix parlay jika 1 partai menang setengah ( 1/2 won)

Pada ilustrasi gambar diatas, salah satu member memasang tiga partai. Namun sayangnya, salah satu partai hanya menang setengah alias 1/2 won. Kalau begini bagaimana cara menghitungnya?

Kembali pada ketentuan diatas. Untuk menghitung menang setengah (1/2), hal pertama yang harus anda hitung adalah odds dari partai yang menang setengah terlebih dahulu. Caranya adalah:

{(Nilai odds partai 1/2 won – 1 ) : 2} + 1
={(2.20 – 1): 2}+1
={0.6}+1
=1.6

Dari rumus ini kita telah mendapatkan odds partai yang menang setengah (1/2 won) yaitu 1.6.

Selanjutnya anda bisa menghitung khei keseluruhan.

  • IFK varnamo vs Husqvarna FF: 2.20 1.6 (menang setengah)
  • Ghana vs Korea Republik : 2.04 (menang full)
  • Jonkopings Sodra vs GAIS Goteborg : 2.05 (menang full)

Maka total khei nya adalah 1.6 x 2.04 x 2.05 = 6,691. Jika total taruhan anda adalah 100 rb, maka perhitungan kemenangannya adalah:

100 x (6.691-1) = 569.1 (total kemenangan anda adalah Rp. 569.100)

Bandingkan apabila anda menang full semua partai 100 x (9.20-1) = 820. Anda bisa menang Rp 820.000 jika tidak ada yang menang setengah atau 1/2 won.

Perhitungan mix parlay jika 1 partai kalah setengah (1/2 lose)

Dan yang terakhir adalah perhitungan apabila partai yang anda pasang kalah setengah alias 1/2 lose. Bagaimana cara menghitungnya?

Seperti contoh diatas, misalkan anda memasang 5 partai dan satu partai kalah setengah yaitu pada pertandingan Varese vs Novara.

Seperti ketentuan diatas maka khei yang dihitung adalah odds partai yang menang saja dan dibagi 2.

Odds partai yang menang adalah  { (1,31 x 1,54 x 1,59 x 1,41 ) : 2 } = 2.261.

Jadi misalkan jumlah taruhannya adalah 100 ribu, maka bisa kita masukan rumus awal:

100 x (2.261-1) = 126.1. Maka kemenangan anda adalah Rp 126.100.

Bayangkan jika anda bisa menang Full semua partai. Maka anda bisa mendapatkan 100 x (7.643-1) = Rp. 664.300.

Pasaran Taruhan Bola Online SBOBET

Pasaran Taruhan Bola Online SBOBET – Jenis Pasaran Judi Bola Online SBOBET Berikut ini adalah beberapa jenis taruhan judi bola SBOBET yang harus Anda pelajari. Sebab setiap jenis pasaran mempunyai aturan / alur bermain yang berbeda-beda.

Jenis Pasaran Judi Bola SBOBET

Berikut ini adalah beberapa jenis taruhan judi bola SBOBET yang harus Anda pelajari. Sebab setiap jenis pasaran mempunyai aturan / alur bermain yang berbeda-beda.

  1. HT/FT

HT adalah “Half Time”, sementara FT adalah “Full Time”. Jadi jenis pasaran ini dimainkan dengan melihat waktu pertandingan yang dipertaruhkan. Jika Anda memasang HT maka hasil yang dipertaruhkan adalah 1 X 45 menit. Sementara FT maka hasil yang dipertaruhkan adalah 2 X 45 menit (1 pertandingan penuh).

  1. Handicap

Handicap (HDP) disini biasa juga disebut dengan Asian Handicap atau Poor (oleh masyarat Indonesia). Pada pasaran ini, seorang bettor harus memilih salah satu dari 2 tim yang akan bertanding. Akan tetapi, terdapat nilai Poor atau HDP yang harus benar-benar Anda perhatikan. Jadi tim-tim yang memberikan nilai poor harus mengalahkan tim lawan dengan selisih gol lebih dari nilai tersebut.

  1. 1 X 2

Hampir sama dengan jenis pasaran Handicap (HDP). Pasaran 1 X 2 disini dimainkan dengan menebak salah satu dari 2 tim yang akan bertanding. Akan tetapi, disini tidak ada nilai poor dan terdapat hasil IMBANG untuk dipertaruhkan. Dimana Anda bisa memilih 3 kemungkinan hasil pertandingan seperti game Baccarat Online, dengan rincian :

1 = Home Team atau Tuan Rumah WIN (Menang).

X = IMBANG atau Draw.

2 = Away Team atau Tim Tandang (tamu) WIN (Menang).

  1. Over Under (O/U)

Pasaran berikutnya adalah jenis Over Under (O/U). Untuk jenis pasaran ini, Anda tidak perlu memilih tim mana yang akan memenangkan pertandingan. Akan tetapi disini, seseorang hanya harus menebak total gol yang terjadi pada pertandingan tersebut.

Sesuai dengan namanya, OVER adalah di atas dan UNDER adalah di bawah. Jadi Anda harus memilih apakah total gol yang terjadi di atas atau di bawah nilai yang ditetapkan bandar.

  1. Mix Parlay

Berikutnya adalah jenis taruhan Mix Parlay (Taruhan Berganda Campuran). Pada jenis ini, Anda bisa memasukan beberapa tim dalam 1 paket taruhan secara LANGSUNG. Jika ada 1 tim saja yang KALAH PENUH, maka seluruh taruhan Mix Parlay yang dimainkan dinyatakan HANGUS atau GUGUR. Berbeda jika seluruh tim MENANG PENUH. Maka bayaran yang Anda dapatkan pun jauh lebih besar jika dibandingkan dengan jenis pasaran lain.

Manajer yang Bisa Gantikan Unai Emery di Arsenal

Manajer yang Bisa Gantikan Unai Emery di Arsenal

Ligabolaitalia.com – Arsenal memiliki bursa transfer musim panas yang bagus pada tahun 2019. Hal itu langsung menaikkan level ekspektasi para penggemar. Arsenal mendatangkan beberapa pemain yang berkualitas ke Emirates. Salah satunya adalah Nicolas Pepe yang ditebus dengan biaya 80 juta euro. Namun, Unai Emery belum bisa memberikan performa yang diminta oleh penggemar. Penampilan mereka bisa dibilang tidak terlalu istimewa.

Yang terbaru, Arsenal membuang keunggulan dua gol saat melawan Crystal Palace di kandang. Alhasil, The Gunners saat ini tertambat di peringkat kelima klasemen Premier League. Kini Unai Emery berada dalam tekanan besar. Bukan tidak mungkin manajer asal Spanyol itu akan didepak dalam waktu dekat. Berikut beberapa manajer yang bisa menggantikan Emery di Arsenal seperti dilansir dari berbagai sumber :

Marcelino Garcia Toral
Marcelino dan Unai Emery punya banyak kesamaan. Mereka berdua adalah pesepakbola Spanyol yang beralih menjadi manajer yang memimpin Sevilla dan Valencia. Namun, Marcelino belum memenangkan banyak trofi seperti Emery.

Sebelum Marcelino bergabung dengan Valencia, klub menempati posisi ke-12 dalam dua musim sebelumnya. Namun, selama dua musim bersama Los Che, mereka finis di posis keempat dan lolos ke Liga Champions. Dia juga memenangkan Copa del Rey pada musim lalu sebelum dipecat.

Salah satu keuntungan dari menunjuk Marcelino adalah Arsenal akhirnya bisa memainkan Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette di starting XI tanpa harus memainkan salah satu dari mereka di luar posisinya. Manajer Spanyol itu menggunakan sistem 4-4-2 yang kompak dan mengandalkan serangan balik. Selain itu, Nicolas Pepe bisa beroperasi dalam peran seperti Goncalo Guedes di Valencia.

Tim asuhan pria berusia 54 tahun itu tidak mencetak banyak gol tetapi mereka memiliki pertahanan yang bagus dan itu adalah hal yang sangat diinginkan oleh penggemar Arsenal selama bertahun-tahun.

Mikel Arteta
Mikel Arteta adalah salah satu pesaing untuk menggantikan Arsene Wenger pada tahun 2018 tetapi ia mungkin tidak mendapat pekerjaan itu karena minimnya pengalaman. Namun, The Gunners mungkin bersedia menerima perjudian itu sekarang karena manajer yang berpengalaman dengan resume yang mengesankan kesulitan untuk membalikkan keadaan.

Arteta menghabiskan lima tahun dari karier bermainnya di Arsenal sebelum pensiun pada 2016 dan karena itu, ia sudah tahu situasi klub dan ekspektasi para penggemar. Selain itu, ia memiliki citra positif di antara para penggemar dan itu bisa memberinya waktu lebih banyak daripada kebanyakan manajer untuk menerapkan filosofi bahkan jika hasilnya tidak menguntungkan mereka.

Setelah pensiun, pria Spanyol itu menjadi asisten manajer Manchester City di bawah Pep Guardiola dan sudah belajar dari yang terbaik. Pengaruh Arteta di Man City telah dipuji secara luas dan itu adalah salah satu alasan mengapa Guardiola memilih untuk mengganti asistennya.

Mantan gelandang Arsenal ini sudah dibandingkan dengan Guardiola muda karena kemampuan melatihnya dan akan menarik untuk melihatnya menjadi manajer salah satu klub besar.

Jesse Marsch
Jesse Marsch merupakan manajer Red Bull Salzburg saat ini. Ia sebelumnya bekerja di dua klub sepak bola yang dimiliki oleh Red Bull sebelum bergabung dengan klub Austria itu pada musim panas ini.

Mantan pemain internasional Amerika Serikat itu memulai karir manajerialnya sebagai asisten manajer tim nasional Amerika Serikat sebelum melakukan tugas kecil dengan klub MLS Montreal Impact. Pada 2015, ia ditunjuk sebagai manajer Red Bulls New York dan menggantikan pelatih paling sukses dalam sejarah tim. Pada musim pertamanya di Red Bulls, ia memenangkan MLS Supporters’ Shield, memenangkan rekor 18 pertandingan liga di klub dalam satu musim dan dinobatkan sebagai pelatih terbaik MLS. Ketika meninggalkan klub pada tahun 2018, dia meraih kemenangan lebih banyak daripada manajer mana pun dalam sejarah klub.

Marsch menghabiskan musim 2018/19 sebagai asisten manajer Ralf Rangnick di RB Leipzig sebelum bergabung dengan klub Austria. Salzburg asuhannya saat ini tidak terkalahkan di liga setelah 12 pertandingan dengan 10 kemenangan dan mencetak 50 gol.

Klub Austria itu juga bermain di Liga Champions musim ini setelah gagal lolos dalam sebelas musim sebelumnya. Tim asuhan Marsch tergabung dengan grup yang sulit bersama Liverpool dan Napoli tetapi mereka mampu mencetak 11 gol dalam tiga pertandingan termasuk tiga melawan juara bertahan Eropa di Anfield.

Baca Juga : Beberapa Gelandang Yang Jadi Bidikan Inter Milan

Chris Wilder
Tidak banyak manajer Inggris yang berkualitas saat ini tetapi Chris Wilder memiliki potensi untuk menjadi juru taktik kelas dunia dan memenangkan banyak gelar jika diberikan kesempatan memimpin klub top.

Ketika Wilder ditunjuk sebagai manajer klub masa kecilnya Sheffield United pada tahun 2016, mereka berada di League One dan pada musim pertamanya, mereka meraih promosi ke Championship dengan 100 poin. Di musim keduanya, Sheffield finish di urutan ke-10 di Championship sebelum mendapatkan promosi ke Premier League pada akhir musim 2018/19. Karyanya yang fantastis membuat Wilder mengalahkan Pep Guardiola sebagai Manajer Terbaik di Inggris.

Sheffield asuhan Wilder memulai musim ini dengan cemerlang dan bahkan mampu mengalahkan Arsenal. Mereka saat ini berada di urutan kedelapan di klasemen dan berbagi rekor pertahanan terbaik di liga bersama Liverpool dan Leicester City.

Taktik pria berusia 52 tahun itu cukup unik di mana bek tengah yang jago dengan bola ikut membantu serangan. Mungkin, itu juga bisa bekerja di Arsenal karena David Luiz cukup fantastis dengan bola di kakinya.

Massimiliano Allegri
Saat ini, ada beberapa manajer top yang tengah menganggur termasuk Arsene Wenger dan Jose Mourinho. Namun, kembalinya Wenger tidak bagus untuk Arsenal dan Mourinho tidak terpikirkan untuk menuju Emirates.

Kendati demikian, Arsenal masih bisa mempertimbangkan Massimiliano Allegri yang belum punya klub setelah meninggalkan Juventus pada musim panas. Allegri sudah dikaitkan dengan Real Madrid dan AC Milan belakangan ini tetapi Arsenal harus bisa menyakinkan Allegri untuk bisa datang ke Premier League.

Pria Italia itu memenangkan 13 trofi dengan Juventus dan AC Milan dan akan membawa mental juara ke Arsenal. Di Juventus, ia memiliki persentase kemenangan sebesar 70,48.

Beberapa Gelandang Yang Jadi Bidikan Inter Milan

Beberapa Gelandang Yang Jadi Bidikan Inter Milan

Ligabolaitalia.com – Inter Milan siap memperkuat skuad mereka di bursa transfer. Antonio Conte ingin meningkatkan performa Nerazzurri yang sudah bagus sejauh ini. Inter dilaporkan sedang menargetkan seorang gelandang. Beberapa nama sedang dipertimbangkan untuk didatangkan ke Giuseppe Meazza. Inter memulai Serie A 2019/20 dengan hasil yang sangat bagus. La Beneamata mampu memenangkan enam pertandingan pertama mereka.

Namun demikian, rentetan kemenangan itu akhirnya berakhir juga. Hal itu terjadi ketika Juventus mengalahkan mereka di Giuseppe Meazza. Hasil itu, selain kekalahan melawan Barcelona di Liga Champions, menimbulkan kekhawatiran di kubu Inter. Lini tengah pasukan Conte dianggap sebagai titik lemah mereka. Calciomercato melaporkan bahwa direktur Beppe Marotta dan Piero Ausilio sudah menentukan beberapa pemain sebagai target Inter Milan. Mereka bisa saja datang ke Inter dalam waktu dekat.

Sergej Milinkovic-Savic
Sergej Milinkovic-Savic merupakan pemain andalan di lini tengah Lazio saat ini. Berkat penampilannya, sang pemain sekarang sedang dikaitkan dengan sejumlah klub. Nerazzuri merupakan salah satu klub yang berminat merekrut pemain internasional Serbia tersebut. Kehadirannya bisa memperkuat lini tengah tim asuhan Antonio Conte.

Namun, usaha Inter untuk mendapatkan pemain 24 tahun itu dipastikan tidak mudah. Sebab, kepindahannya membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Sandro Tonali
Tonali tergolong salah satu talenta muda berbakat di Serie A. Saat ini dia bermain untuk klub promosi Serie A, Brescia. Pada usia yang baru menginjak 19 tahun, Tonali sudah menjadi pemain inti Brescia. Ia bahkan baru saja menjalani debutnya di timnas senior Italia.

Brescia sepertinya tidak akan melepas aset berharganya itu dengan mudah. Menurut laporan, mereka hanya mau melepas Toneli di atas kisaran 50 juta euro.

Baca Juga : Hal Penting Agar Juventus Meraih Juara Liga Champions

Ivan Rakitic
Rakitic tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain pada musim ini. Ia harus tersisih setelah kalah bersaing dengan Arthur Melo dan Frenkie de Jong. Rakitic sekarang sudah tidak betah terus-terusan berada di bangku cadangan. Ia dikabarkan benar-benar serius menimbang kemungkinan meninggalkan Barcelona pada bulan Januari mendatang. Meski sudah menginjak 31 tahun, kemampuan Rakitic masih luar biasa. Mengingat situasinya di klub, kans Inter untuk mendapatkan sang pemain cukup besar.

Arturo Vidal
Vidal bukanlah sosok yang asing buat pelatih Inter Antonio Conte. Gelandang asal Chile itu pernah menjadi anak buah Conte di Juventus. Inter membutuhkan sosok gelandang petarung di lini tengahnya saat ini. Karena itu, Conte menginginkan sang pemain di Giuseppe Meazza. Namun, untuk mengontrak pemain Chile itu tidak mudah bagi Nerazzurri. Sebab, Vidal sudah menjadi pemain penting di skuad Ernesto Valverde.

Nemanja Matic
Matic saat ini sedang tidak bahagia di Manchester United. Sebab, ia sudah tersisi dari skuat utama Setan Merah. Ole Gunnar Solskjaer lebih memilih Scott McTominay ketimbang dirinya di lini tengah. Karena itu, Matic kabarnya ingin meninggalkan Old Trafford dalam waktu dekat. Conte pernah bekerja sama dengan Matic di Chelsea. Kini, mantan pelatih Juventus itu ingin bereuni kembali dengan Matic di Giuseppe Meazza.

Hal Penting Agar Juventus Meraih Juara Liga Champions

Hal Penting Agar Juventus Meraih Juara Liga Champions

Ligabolaitalia.com – Semua mata tertuju pada Juventus ketika Liga Champions dimulai pada musim lalu. Setelah menggaet Cristiano Ronaldo dari Real Madrid, Bianconeri punya banyak peluang untuk meraih kesuksesan di Eropa. Meski memulai kompetisi dengan sangat bagus, cukup disayangkan Juventus tidak bisa berbuat banyak di sana. Bianconeri gagal melewati babak perempat final.

Juventus dipaksa menyerah pada pasukan muda Ajax Amsterdam. Praktis, impian mereka untuk mengangkat Si Kuping Besar tidak menjadi kenyataan. Si Nyonya Tua bukanlah klub yang mudah menyerah. Mereka akan kembali mengincar trofi Liga Champions pada musim ini. Dengan Cristiano Ronaldo masih ada di tim, mereka pasti punya peluang yang bagus di kompetisi Eropa. Namun, ada beberapa hal yang perlu mereka lakukan untuk menjadi juara. Berikut ini hal penting agar Juventus juara Liga Champions musim ini seperti dilansir dari berbagai sumber :

Keluarkan Kemampuan Terbaik Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo tetap menjadi sosok yang berpengaruh bagi Juventus selama mereka bertarung di Liga Champions musim lalu. Namun, jika melihat penampilannya lebih dekat, Bianconeri gagal mendapatkan yang terbaik dari Ronaldo.

Bintang Portugal itu menyelesaikan kompetisi Eropa dengan 6 gol dari 9 penampilan. Ini untuk pertama kalinya Ronaldo gagal mencapai dua digit gol di kompetisi selama lebih dari 5 tahun.

Selama musim 2017/2018, Ronaldo mencetak 15 gol di Liga Champions untuk Real Madrid. Dia mencetak 12 gol pada musim 2016/2017 sementara musim 2015/2016 juga mengumpulkan 16 gol. Membandingkan torehan Ronaldo itu dengan musim lalu, sudah jelas bahwa Juve bisa mendapatkan yang lebih banyak darinya.

Oleh karena itu, Juventus perlu meningkatkan dukungan dan atmosfer yang memadai agar Ronaldo berkembang. Pengaruh Ronaldo tetap menjadi kunci bagi peluang mereka untuk memenangkan Liga Champions.

Punya Rencana B untuk Ronaldo
Ronaldo sudah membuktikan bahwa ia masih menjadi orang yang tepat untuk momen-momen besar dengan performanya yang luar biasa di babak sistem gugur Liga Champions. Penampilan luar biasanya melawan Atletico Madrid di Turin akan dikenang sebagai salah satu puncak karirnya. Terlepas dari kecemerlangannya, Juventus terlalu bergantung pada Ronaldo untuk mendapatkan inspirasi. Bianconeri tidak bisa menghasilkan sesuatu yang nyata tanpa Ronaldo.

Fakta bahwa Ronaldo mencetak semua gol Juventus di fase sistem gugur jelas menyoroti betapa bergantungnya klub kepadanya. Meski Ronaldo mampu memenangkan pertandingan sendirian, memiliki ‘Rencana B’ akan sangat berguna untuk Bianconeri, seandainya sang pemain tidak bersinar di atas lapangan.

Baca Juga : Klub yang Menjadi Mangsa Empuk Cristiano Ronaldo

Beri Lebih Banyak Kesempatan kepada Pemain Muda
Tim Juventus di Liga Champions musim lalu sebagian besar terdiri dari pemain veteran. Meski pengalaman sangat penting di kompetisi Eropa, mereka sudah terbukti kesulitan ketika menghadapi tim muda. Itulah yang terjadi pada Ajax.

Bianconeri dipaksa bertekuk lutut oleh tim muda Ajax ketika mereka berhadapan di perempat final. Para pemain veteran Juventus gagal mengimbangi kecepatan dan intensitas yang ditunjukkan oleh tim Eredivisie. Akibatnya, mereka tersingkir dari kompetisi meski Ronaldo tampil mengesankan.

Musim ini, Bianconeri perlu memberikan lebih banyak ruang kepada pemain muda. Matthijs De Ligt harus diberi kesempatan untuk berkembang dan memberikan yang terbaik untuk tim. Pemain-pemain seperti Rodrigo Bentancur dan Merih Demiral juga siap untuk unjuk gigi.

Klub yang Menjadi Mangsa Empuk Cristiano Ronaldo

Klub yang Menjadi Mangsa Empuk Cristiano Ronaldo

Ligabolaitalia.com – Tidak ada yang meragukan kemampuan mencetak gol Cristiano Ronaldo. Bintang Juventus itu selalu bisa diandalkan untuk menjebol gawang lawan. Ronaldo saat ini memperkuat raksasa Serie A Juventus. Meski bermain di liga yang cenderung bertahan, ketajaman Ronaldo tidak memudar.

Ronaldo mampu mencetak 28 gol pada musim pertamanya membela Juventus. Pada musim ini, bintang Portugal itu sudah mengemas lima gol sejauh ini. Ronaldo sendiri belum lama ini mencetak gol ke-700 dalam sepanjang karier profesionalnya. Gol tersebut dicetaknya saat Portugal menghadapi Ukraina pada laga Grup B Kualifikasi Piala Eropa 2020. Selama beraksi di lapangan hijau, Ronaldo bisa dibilang punya lawan favorit. Sebab, ia bisa menjebol gawang mereka beberapa kali. Berikut ini beberapa tim yang sering dijebol oleh Cristiano Ronaldo :

Barcelona – 18 gol dalam 31 laga
Ketika Cristiano Ronaldo berada di Real Madrid, hype di sekitar El Clasico naik ke level yang berbeda dan dia sudah mencetak beberapa gol penting melawan Barcelona.

Ronaldo berada di urutan kedua di belakang Lionel Messi (26) dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa di El Clasico dengan 18 gol dan setengah dari gol itu terjadi di pertandingan La Liga. Dia memegang rekor mencetak gol terbanyak dalam pertandingan El Clasico berturut-turut (7 gol dalam 6 pertandingan) tetapi dia tidak pernah mencetak hat-trick ke gawang Barcelona.

Mantan pemain Real Madrid itu tidak mencetak gol dalam tiga penampilan pertamanya melawan Barcelona. Pada 2010/11, ia mencetak satu-satunya gol dari final Copa del Rey dan tepat setahun kemudian, ia mencetak gol kemenangan di Camp Nou dalam pertandingan liga.

Celta Vigo – 20 gol dalam 13 laga
Dalam tiga musim pertama Ronaldo di Spanyol, Celta Vigo tidak berada di La Liga. Namun, ia berhasil mencetak 20 gol melawan Celta sehingga menjadikan mereka lawan favorit keempatnya.

Pada musim 2012/13, Celta bermain melawan Real Madrid sebanyak empat kali dan Ronaldo mencetak tujuh dari sembilan gol yang dicetak klubnya termasuk hat-trick dalam pertandingan Copa del Rey. Ronaldo mencetak tiga hat-trick melawan Celta dalam sepanjang kariernya dan dalam hat-trick terbarunya melawan mereka, ia mencetak empat gol.

Getafe – 23 gol dalam 14 laga
Getafe saat ini bermain di Liga Europa tetapi ketika Cristiano Ronaldo bermain di Spanyol, mereka lebih sering menempati posisi terbawah di klasemen dan bahkan terdegradasi pada musim 2015/16.

Real Madrid hanya bermain melawan Getafe di kompetisi liga ketika Ronaldo berada di klub dan dalam empat belas penampilan, ia mencetak 23 gol yang termasuk tiga hat-trick. Menarik untuk dilihat apakah Ronaldo akan mencetak gol pada level yang sama jika ia melawan Getafe yang sudah jauh lebih baik saat ini.

Baca Juga : Penyebab Cristiano Ronaldo Absen Lawan Lecce

Atletico Madrid – 25 gol dalam 30 laga
Atletico Madrid di bawah Diego Simeone terkenal karena pertahanan solid mereka. Namun, entah bagaimana Ronaldo bisa menyiksa mereka secara konsisten.

Dengan Real Madrid saja, Ronaldo mencetak 22 gol melawan mereka dalam 30 penampilan. Itu membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak dalam derby Madrid dengan lima gol lebih banyak daripada Alfredo Di Stéfano.

Ronaldo tetap tampil tajam melawan Atletico saat memperkuat Juventus dan mencetak hat-trick melawan mereka di Babak 16 Besar Liga Champions musim lalu. Ini adalah hat-trick keempat Ronaldo melawan Atletico dengan dua diantaranya terjadi di Liga Champions. Ronaldo juga menjebol gawang Atletico di final Liga Champions 2014.

Sevilla – 27 gol dalam 18 laga
Sevilla sudah membuktikan diri mereka sebagai klub top Eropa dalam beberapa tahun terakhir karena memenangkan tiga gelar Liga Europa berturut-turut dan lolos ke Liga Champions secara teratur. Namun, Ronaldo tidak menghormati reputasi mereka dan menghukum mereka dengan keras.

Dia mencetak 27 gol melawan Sevilla hanya dalam 18 pertandingan yang memberinya rasio gol terhadap pertandingan 1,5! Dia mencetak 25 gol tersebut di La Liga dan dua terjadi dalam pertandingan Piala Super Eropa.

Ronaldo mencetak empat hat-trik dan tiga brace melawan Sevilla. Menariknya, Ronaldo hanya gagal mencetak gol melawan Sevilla dalam lima pertandingan sehingga ia mencetak 27 gol hanya dalam 13 pertandingan.

Penyebab Cristiano Ronaldo Absen Lawan Lecce

Penyebab Cristiano Ronaldo Absen Lawan Lecce

Ligabolaitalia.com – Manajer Juventus, Maurizio Sarri angkat bicara terkait absennya Cristiano Ronaldo dari skuatnya pada pertandingan melawan Lecce kemarin. Sarri mengatakan sang pemain mengalami kelelahan sehingga ia harus ditepikan.

Beberapa waktu lalu, Juventus melakoni partai tandang di Giornata ke sembilan Serie A musim ini. Mereka menghadapi Lecce di Stadio Via del Mare. Pada laga tersebut, nama Cristiano Ronaldo tidak masuk ke dalam daftar strarting line up Juventus. Ia bahkan tidak berada di bangku cadangan pada laga tersebut.

Sarri mengakui bahwa sang penyerang mengalami kelelahan total sehingga ia harus beristirahat total. “Cristiano Ronaldo mengalami kelelahan fisik dan juga kelelahan mental,” ujar Sarri kepada Sky Sports Italia. Baca komentar lengkap eks pelatih Chelsea itu di bawah ini.

Beri Istirahat
Sarri menyebut bahwa kondisi Ronaldo sangat tidak memungkinkan untuk bermain melawan Lecce.

Daripada beresiko menurunkan pemain yang kondisinya tidak maksimal, maka ia memutuskan untuk mengistirahatkannya.

“Saya rasa akan tidak ada faedahnya jika kami membawanya ikut bepergian ke sini hari ini. Ketika pemain mengungkapkan rasa capeknya, maka langkah terbaik adalah memberikannya istirahat.”

Baca Juga : Ronaldo Mulai Beri Sinyal Untuk Pensiun

Pengganti Pjanic
Pada pertandingan tersebut, Juventus mendapatkan musibah setelah Miralem Pjanic mengalami cedera di babak kedua.

Sarri mengakui bahwa cedera yang dialami Pjanic akan menjadi masalah tersendiri bagi timnya, namun ia merasa sudah memiliki pemain yang bisa menggantikan peran sang gelandang.

“Bentancur memiliki karakteristik yang tepat untuk bermain di posisi tersebut. Memang betul dia tidak memiliki pengalaman seperti Pjanic, namun ia bisa mengisi kekosongan ini.” ia menandaskan.

Ronaldo Mulai Beri Sinyal Untuk Pensiun

Ronaldo Mulai Beri Sinyal Untuk Pensiun

Ligabolaitalia.com – Superstar Juventus Cristiano Ronaldo menyatakan masih mencintai sepak bola akan tetapi ia juga mengaku mulai menikmati kehidupan di luar olahraga terpopuler di dunia tersebut. Ronaldo saat ini sudah berusia 34 tahun. Ia sudah bermain sepak bola secara profesional sejak tahun 2002 silam. Jika ditarik lebih ke belakang lagi, Ronaldo mulai terjun ke dunia sepak bola sejak tahun 1992. Saat itu ia memulai berlatih sepak bola di tim junior klub Andorinha.

Di sepanjang karirnya, Cristiano Ronaldo sudah mengoleksi berbagai gelar juara di level klub maupun timnas. Ia juga sudah meraih sukses di Inggris, Spanyol dan Italia, maupun Eropa. Ronaldo saat ini masih haus akan gelar juara. Ia masih ingin menambah koleksi penghargaan individualnya.

Isyarat Pensiun
Ronaldo masih memiliki semangat yang membara untuk bermain sepak bola. Akan tetapi, CR7 juga mengatakan ia kini secara perlahan juga membagi fokusnya ke tempat lain, dan mengisyaratkan ia mungkin saja bakal segera gantung sepatu.

“Saya bukan orang gila,” katanya kepada SPORTbible. “Saya tidak terobsesi dengan latihan, saya terobsesi dengan kesuksesan, yang mana itu merupakan hal yang sangat berbeda,” tegasnya.

“Saya masih mencintai sepakbola. Saya suka menghibur para penggemar dan orang-orang yang mencintai Cristiano. Tidak masalah usia, itu semua tentang mentalitas,” ucapnya.

“Lima tahun terakhir saya mulai menikmati proses melihat saya di luar sepak bola, jadi siapa yang tahu apa yang akan terjadi dalam satu atau dua tahun ke depan?”

Baca Juga : Napoli Siap Lepas Fabian Ruiz

Tak Ingin Tiru Siapa Pun
Pemain Portugal ini diberikan kontrak seumur hidup senilai 1 milyar dolar Amerika dengan Nike pada tahun 2016. Hal itu membuatnya menjadi olahragawan ketiga setelah legenda NBA Michael Jordan dan LeBron James untuk menandatangani kesepakatan sebesar itu.

“Saya tidak ingin meniru siapa pun. Anda harus menjadi diri sendiri setiap saat, tetapi Anda selalu dapat mengambil detail kecil dan mengambil sesuatu dari contoh yang baik, tidak hanya dalam sepak bola tetapi juga dalam olahraga lain; Formula 1, NBA, golf, UFC, apa pun. Atlet terbaik memiliki etos kerja yang serupa,” terangnya.

“Bahkan CEO dari perusahaan besar selalu termotivasi dan mereka harus bekerja keras untuk mencapai hal-hal yang baik,” sambung Ronaldo.

“Inilah yang memotivasi saya. Setiap orang memiliki tekanan – Anda memiliki tekanan untuk melakukan wawancara yang baik dengan Cristiano – itulah cara Anda menghadapi tekanan yang penting,” pungkasnya.

Cristiano Ronaldo saat ini masih terikat kontrak dengan Juventus hingga tahun 2022.

Napoli Siap Lepas Fabian Ruiz

Napoli Siap Lepas Fabian Ruiz

Ligabolaitalia.com – Napoli dikabarkan siap melepas gelandang Fabian Ruiz jika harga yang ditawarkan sesuai. Saat ini, gelandang asal Spanyol tersebut diminati oleh sejumlah klub seperti Real Madrid dan Barcelona. Fabian Ruiz tampil bagus sejak dibeli oleh Napoli pada musim 2018/2019 lalu. Pemain berusia 23 tahun tersebut menjadi pilar di lini tengah dalam skema racikan Carlo Ancelotti.

Bahkan, Fabian Ruiz juga tampil bagus bersama Spanyol di pentas Euro U-21 2019 lalu. Fabian Ruiz membawa Spanyol meraih gelar juara dan mencetak lima gol sepanjang turnamen tersebut. Performa bagus Fabian Ruiz pun dilihat oleh banyak klub. Lantas, berapa harga yang diminta oleh Napoli untuk transfer eks pemain Real Betis tersebut?

Harga Berlipat Fabian Ruiz
Pada Juli 2018 lalu, Napoli harus membayar 30 juta euro untuk membeli Fabian Ruiz dari Real Betis. Dan, harga tersebut akan naik berlipat pada jika ada klub yang saat ini ingin membeli Fabian Ruiz.

Dikutip dari Sportsmole, berdasar sumber mereka di Spanyol, Napoli siap melepas Fabian Ruiz ke klub Spanyol yang berminat pada servisnya. Setidaknya, ada dua klub Spanyol yang ingin membeli sang pemain yakni Barcelona dan Real Madrid.

Napoli meminta tebusan senilai 80 juta euro kepada setiap peminat Fabian Ruiz. Harga tersebut dinilai sudah sepadan dengan kualitas dan peningkatan performa pemain kelahiran 3 April 1996 tersebut. Sejak pindah ke Napoli, Fabian Ruiz telah mencetak delapan gol dari 39 kali bermain sebagai pemain inti dan tujuh kali sebagai cadangan. Performa Fabian Ruiz sangat stabil bersama Napoli.

Baca Juga : AC Milan Catat Awal Terburuk di Serie A

Fabian Ruiz Ditolak Barcelona?
Barcelona secara khusus telah mengirim Eric Abidal untuk melihat penampilan Fabian Ruiz. Sang direktur Barcelona melihat aksi Fabian Ruiz pada laga Napoli melawan Lecce, beberapa waktu yang lalu.

Pada laga tersebut, Fabian Ruiz tampil bagus dan mampu mencetak gol ke gawang Lecce. Akan tetapi, Fabian Ruiz membuat sesuatu yang dianggap salah oleh pihak Barcelona. Fabian Ruiz melakukan selebrasi yang memprovokasi fans Lecce. Bagi Eric Abidal, apa yang dilakukan oleh Fabian Ruiz adalah hal yang buruk. Bahkan, kabarnya Abidal batal meminati Fabian Ruiz karena selebrasi itu.

Buffon Merasa Puas Pecahkan Rekor Paolo Maldini

Buffon Merasa Puas Pecahkan Rekor Paolo Maldini

Ligabolaitalia.com – Kiper Juventus Gianluigi Buffon merasakan kepuasan sekaligus bangga setelah berhasil memecahkan rekor penampilan di levek klub yang sebelumnya disandang Paolo Maldini. Sebelumnya, Buffon sudah berhasil menyamai rekor legenda AC Milan itu pekan lalu. Tepatnya saat ia dimainkan di laga lawan Hellas Verona.

Setelah itu ia tak bermain lawan Brescia. Namun Maurizio Sarri kemudian kembali merumput di pertandingan melawan SPAL. Di laga itu, Juventus menang 2-0. Gol-gol Bianconeri disumbangkan Miralem Pjanic dan Cristiano Ronaldo.

Puas
Laga ini pun menjadi laga ke-903 Buffon di level klub. Usai memecahkan rekor tersebut, kiper berusia 41 tahun itu pun merasa sangat puas.

“Ini kepuasan luar biasa. Saya tidak sadar bahwa saya begitu dekat dengan rekor ini dua pertandingan lalu,” ucapnya seperti dilansir Goal International.

“Saya mengetahuinya di pertandingan terakhir. Saya diberi tahu bahwa saya telah mencapai [rekor] Paolo,” sambungnya.

Baca Juga : Inter Milan Dekati Rekor Langka Musim 1966/1967

Bangga
Lebih lanjut, Buffon juga mengaku sangat merasa terhormat bisa meraih rekor tersebut. Ia pun tak lupa mengucapkan terima kasihnya pada semua pihak yang terus mendukungnya selama ini.

“Itu membuat saya sangat bahagia dan sangat bangga, bangga dengan apa yang saya lakukan, tetapi seperti yang saya katakan kepada rekan-rekan Anda, saya senang karena saya sampai di sini bukan menyeret diri saya sendiri, tetapi sebagai pemain tingkat tinggi. Itu yang saya rasa bisa saya katakan tanpa merasa sombong,” ucapnya.

“Karena itu saya juga menambahkan, sebelumnya, bahwa saya akan selalu berterima kasih kepada orang tua dan istri saya, yang telah berbaik hati kepada saya, tetapi saya juga dapat mengatakan bahwa ada sesuatu dari diri sendiri dalam semua ini.”

Paolo Maldini meraih rekor tersebut dengan satu klub saya yakni AC Milan. Sementara itu Gianluigi Buffon meraihnya bersama dengan Parma, PSG, dan Juventus.